Topik.id — Pebulu tangkis Korea Selatan An Se-young mencetak sejarah baru setelah meraih medali emas tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemain peringkat satu dunia itu mengalahkan wakil tuan rumah Jepang, Akane Yamaguchi, pada partai final, Selasa (29/9/2026).
Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, An Se-young menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-9 dalam waktu 49 menit. Kemenangan tersebut memastikan gelar tunggal putri Asian Games kedua secara beruntun bagi pemain asal Korea Selatan itu.
An sebelumnya juga merebut medali emas tunggal putri pada Asian Games Hangzhou yang digelar pada 2023. Dengan keberhasilan mempertahankan gelar di Aichi-Nagoya, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah tunggal putri Asian Games yang mampu meraih medali emas dua edisi secara beruntun sejak nomor tersebut pertama kali dipertandingkan pada 1962
Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang dominasi An Se-young di sektor tunggal putri dunia.
Akane Yamaguchi Sempat Memberikan Perlawanan
Akane Yamaguchi, yang saat ini menempati peringkat ketiga dunia, mengawali pertandingan dengan baik.
Pebulu tangkis Jepang itu unggul 4-1 pada awal gim pertama. Namun, An perlahan menemukan ritme permainannya dan berbalik unggul 9-8 sebelum memasuki interval dengan keunggulan 11-8.
Yamaguchi masih mampu memberikan tekanan. Setelah An unggul 16-13, pemain tuan rumah merebut tiga poin beruntun untuk menyamakan skor menjadi 16-16.
Namun, An tetap tenang pada fase kritis. Ia terus memaksa Yamaguchi bergerak dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya dan akhirnya merebut tiga poin terakhir untuk mengamankan gim pembuka 21-17.
An Se-young Dominan pada Gim Kedua
Dominasi An semakin terlihat pada gim kedua.
Pemain Korea Selatan itu langsung merebut empat poin pertama, meskipun Yamaguchi kemudian merespons dengan lima angka beruntun.
Setelah itu, jalannya pertandingan berubah drastis. An mencetak delapan poin tanpa balas untuk membuka keunggulan 12-5.
Yamaguchi kesulitan mengimbangi kombinasi pertahanan, stamina, penempatan kok, dan variasi serangan An.
An akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-9 dan memastikan kemenangan 2-0 sekaligus medali emas Asian Games 2026.
Hasil Final Tunggal Putri Asian Games 2026
An Se-young (Korea Selatan) vs Akane Yamaguchi (Jepang)
21-17, 21-9
Durasi: 49 menit
🥇 An Se-young – Korea Selatan
🥈 Akane Yamaguchi – Jepang
Sembilan Kemenangan Beruntun atas Yamaguchi
Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas dominasi An terhadap Yamaguchi dalam sejumlah pertemuan terakhir.
An kini mencatat sembilan kemenangan beruntun atas rival asal Jepang tersebut, termasuk dua kemenangan pada Asian Games 2026.
Sebelum bertemu pada final tunggal putri, An juga mengalahkan Yamaguchi ketika Korea Selatan bertemu Jepang pada nomor beregu putri di Asian Games kali ini.
Persaingan keduanya juga terjadi pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Agustus lalu.
Dalam final Kejuaraan Dunia tersebut, An Se-young mengalahkan Yamaguchi dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-14, sekaligus merebut gelar dunia keduanya.
Artinya, hanya dalam waktu sekitar satu bulan, An dua kali mengalahkan Yamaguchi di partai final turnamen besar: Kejuaraan Dunia dan Asian Games.
Juara Dunia Tanpa Kehilangan Satu Gim
Perjalanan An pada Kejuaraan Dunia 2026 juga berlangsung hampir sempurna.
Ia memainkan enam pertandingan sejak babak awal hingga final tanpa kehilangan satu gim pun. Prestasi serupa kemudian kembali diulangnya pada nomor tunggal Asian Games 2026.
Di Aichi-Nagoya, An menyingkirkan Kamila Smagulova dari Kazakhstan pada pertandingan pertamanya, kemudian Ranithma Liyanage dari Sri Lanka dan Ratchanok Intanon dari Thailand sebelum menghadapi Chen Yufei pada semifinal.
Seluruh pertandingan tersebut diselesaikannya dalam dua gim langsung.
Hancurkan Chen Yufei di Semifinal
Salah satu penampilan paling dominan An terjadi pada semifinal.
Menghadapi salah satu rival terberatnya, Chen Yufei dari China, An hanya membutuhkan sekitar 38-40 menit untuk menang dua gim langsung.
Skornya pun sangat mencolok, yakni 21-5, 21-12.
An bahkan mampu membuka pertandingan dengan rangkaian sembilan poin beruntun. Chen kesulitan menemukan celah menghadapi pertahanan rapat dan akurasi serangan pemain Korea Selatan tersebut.
Kemenangan tersebut membawa An menuju final untuk menghadapi Yamaguchi sekaligus membuka jalan menuju rekor bersejarah.
Bangkit Setelah Cedera Kaki Kiri
Pencapaian An menjadi semakin menarik karena beberapa bulan sebelumnya ia sempat mengalami masalah cedera.
Pada Japan Open Juli 2026, An menarik diri sebelum pertandingan babak 16 besar setelah mengalami rasa sakit di bagian luar kaki kirinya.
Cedera tersebut bahkan membuatnya melewatkan China Open dan menjalani pemulihan sebelum kembali bertanding di Kejuaraan Dunia.
Pada akhir Juli, An mengatakan kondisinya sudah pulih sekitar 80-90 persen dan telah kembali berlatih bersama tim nasional.
Kejuaraan Dunia di New Delhi kemudian menjadi turnamen pertamanya sejak cedera tersebut. Hasilnya, An langsung tampil sebagai juara tanpa kehilangan satu gim.
Setelah menjadi juara dunia, performa impresif itu dilanjutkan di Asian Games Jepang.
Tingkat Kemenangan Nyaris 98 Persen
Dominasi An sepanjang musim 2026 juga terlihat dari statistiknya.
Menjelang semifinal Asian Games, ia telah memenangi 55 dari 56 pertandingan pada musim ini, atau memiliki tingkat kemenangan sekitar 98 persen.
Kemenangan atas Chen Yufei dan kemudian Akane Yamaguchi membuat catatan tersebut semakin bertambah.
An juga mempertahankan posisi sebagai pemain nomor satu dunia setelah berada di puncak ranking tunggal putri selama lebih dari 100 pekan.
Lengkapi Grand Slam Gelar Utama Asia dan Dunia
An Se-young sebelumnya telah melengkapi pencapaian besar dalam kariernya setelah menjadi juara Badminton Asia Championships 2026.
Pada final Kejuaraan Asia di Ningbo, China, April lalu, ia mengalahkan Wang Zhiyi dengan skor 21-12, 17-21, 21-18.
Gelar tersebut melengkapi koleksi empat turnamen besar yang telah diraihnya:
- Olimpiade: emas Paris 2024
- Kejuaraan Dunia: juara 2023 dan 2026
- Asian Games: juara 2023 dan 2026
- Kejuaraan Asia: juara 2026
Prestasi itu membuat An menjadi pemain tunggal Asia pertama yang melengkapi koleksi gelar Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan Kejuaraan Asia.
Kemenangan atas Akane Yamaguchi di Aichi-Nagoya kini menambahkan catatan sejarah lainnya. Setelah pulih dari cedera kaki kiri, An mampu memenangi Kejuaraan Dunia dan kemudian mempertahankan gelar Asian Games hanya dalam rentang waktu sekitar satu bulan.
Ia juga kembali menunjukkan salah satu ciri utama permainannya: kemampuan menjaga konsentrasi pada poin-poin penting. Dalam final melawan Yamaguchi, An sempat menghadapi tekanan pada pertengahan gim pertama, tetapi mampu mengambil alih pertandingan dan kemudian mendominasi gim kedua.
Dengan medali emas Asian Games 2026, An Se-young resmi menjadi tunggal putri pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara Asian Games sepanjang sejarah nomor tersebut sejak 1962.
