Topik.id — Petenis Inggris, Arthur Fery, harus mengakhiri kiprahnya di US Open 2026 pada babak pertama setelah takluk dari unggulan ke-13 asal Italia, Lorenzo Musetti. Kekalahan ini mengakhiri harapan Fery untuk mengulang pencapaian sensasionalnya di Wimbledon.
Kekalahan di Debut US Open
Fery, yang baru saja menembus peringkat 40 dunia berkat penampilan gemilangnya di Wimbledon, tidak mampu berbuat banyak menghadapi Musetti di Flushing Meadows. Meski berstatus unggulan ke-33, Fery harus menghadapi lawan tangguh di babak awal yang juga pernah mencapai semifinal Prancis Terbuka dan Wimbledon, serta perempat final US Open tahun lalu.
Musetti, yang sempat absen dua turnamen mayor akibat cedera paha, menunjukkan performa impresif dan membuktikan kelasnya dengan kemenangan 6-3, 6-3, 7-5. Fery menyadari area mana yang perlu diperbaiki untuk bisa bersaing dengan pemain papan atas.
Evaluasi Permainan Fery
“Saya tahu apa yang harus saya kerjakan,” ujar Fery usai pertandingan. “Saya mendapat banyak ide langsung dari lapangan tentang apa yang perlu saya tingkatkan agar bermain lebih baik.”
Fery secara spesifik menyoroti performa servisnya yang dinilai kurang optimal. “Servis saya benar-benar mengecewakan, padahal biasanya tidak seperti itu. Saya sedikit kesulitan menemukan ritme servis,” tambahnya.
Pertandingan ini merupakan penampilan kedua Fery di turnamen mayor di luar Inggris, setelah debutnya di Australia Terbuka pada Januari lalu. Ia harus menunggu lebih lama untuk melakoni debutnya di US Open karena penundaan akibat hujan, dan pertandingan akhirnya digelar di bawah kondisi cuaca panas dan lembap.
Jalannya Pertandingan
Meskipun sempat memulai dengan baik, Fery memberikan keunggulan bagi Musetti melalui dua servis ganda beruntun di awal pertandingan. Musetti memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali mematahkan servis Fery dan merebut set pertama.
Pukulan backhand satu tangan khas Musetti berulang kali merepotkan Fery dan membantunya mengendalikan jalannya set kedua. Meski tertinggal dua set, Fery sempat memberikan perlawanan di set ketiga. Ia berhasil unggul 2-0 setelah berhasil mematahkan servis Musetti.
Namun, kebangkitan Fery tidak berlangsung lama. Musetti segera merespons dan membalas dengan memenangkan empat gim beruntun, sementara Fery mulai melakukan kesalahan. Fery berhasil menyelamatkan satu match point saat servisnya, dan sempat menyamakan kedudukan menjadi 5-5, namun ia kembali kesulitan mempertahankan momentumnya.
Musetti akhirnya memastikan kemenangan pada match point ketiganya, dan akan menghadapi Dane Sweeny dari Australia di babak kedua.
Pengalaman Berharga di 2026
Meskipun kecewa tersingkir di babak awal, pengalaman berharga ini tidak mengurangi catatan positif Fery di tahun 2026. Setahun sebelumnya, ia masih berada di luar peringkat 200 dunia.
Sebagai wildcard pria pertama yang mencapai semifinal Wimbledon dalam 25 tahun terakhir, Fery bertekad untuk terus berkembang dalam beberapa bulan mendatang setelah berhasil menempatkan dirinya di jajaran pemain papan atas.
Fery, yang sebelum musim panas ini belum pernah melaju lebih dari babak kedua di turnamen Grand Slam, tidak memiliki banyak poin peringkat yang harus dipertahankan saat mengikuti rangkaian turnamen hard court di Asia bulan ini.
Pencapaian final ATP Tour pertamanya pekan lalu mendorongnya mendekati peringkat 30 besar. Fery menyatakan tidak menyesal tampil di Winston-Salem, North Carolina, yang berdekatan dengan jadwal US Open.
“Ini adalah kehidupan yang biasa kami jalani sebagai pemain tenis yang berpindah dari satu turnamen ke turnamen lain setiap minggu,” katanya. “Akan sangat bagus jika bisa mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia, tetapi saya senang dengan bagaimana saya menjalani Winston Salem dan turnamen di sini.”
Harapan Tenis Inggris
Dengan tersingkirnya Fery, harapan tenis Inggris di sektor tunggal putra kini berada di pundak Jacob Fearnley, Toby Samuel, dan Jan Choinski. Choinski dijadwalkan bertanding melawan Botic van de Zandschulp dari Belanda pada Selasa, namun pertandingan ditunda hingga Rabu karena hujan deras.
Sementara itu, di sektor tunggal putri, Francesca Jones sempat unggul satu set melawan Magda Linette dari Polandia sebelum pertandingan mereka juga terpaksa dihentikan karena cuaca.
Ikuti Topik.id
