Topik.id — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) untuk mempertemukan pelaku usaha, pemimpin organisasi, dan praktisi dari berbagai sektor. Memasuki penyelenggaraan ke-15, forum ini berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di The Kasablanka Hall, Jakarta, dengan fokus pada strategi menghadapi ketidakpastian dan perubahan dunia bisnis.
Mengangkat tema “The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively”, IKF XV 2026 menghadirkan lebih dari 15 narasumber. Sejumlah tokoh yang dijadwalkan berbagi pandangan antara lain Fabby Tumiwa, Mahendra Siregar, Anggun, Jahja Setiaatmadja, dan Bene Dion Rajagukguk. Forum tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami perubahan sekaligus menentukan langkah bisnis yang relevan dengan perkembangan pasar.
IKF XV Bahas Strategi Menghadapi Perubahan
Direktur BCA Lianawaty Suwono menjelaskan bahwa Indonesia Knowledge Forum menjadi ruang bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan pemikiran strategis dan memperkuat ketahanan organisasi. Menurutnya, perubahan lingkungan usaha menuntut pemimpin memiliki kemampuan membaca situasi, menetapkan prioritas, serta mengambil keputusan secara terukur.
Melalui tema yang diusung tahun ini, BCA ingin mendorong peserta membangun kejelasan dalam memahami tantangan, ketepatan dalam menyusun strategi, dan ketegasan saat menjalankan keputusan. Kemampuan tersebut dinilai penting agar perusahaan dapat menyesuaikan diri sekaligus menemukan peluang baru di tengah persaingan.
Selama dua hari pelaksanaan, pembahasan mencakup berbagai isu yang berkaitan dengan keberlanjutan bisnis. Topik yang diangkat meliputi kondisi perekonomian dan prospek Indonesia, pengelolaan energi, kesehatan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan usaha.
Kepemimpinan, Merek, dan Teknologi Jadi Sorotan
Selain persoalan ekonomi dan teknologi, IKF XV turut membahas strategi memperkuat merek agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen. Perhatian juga diberikan pada ekspektasi generasi berikutnya serta tantangan kepemimpinan ketika organisasi memasuki fase regenerasi.
Forum ini mengangkat pentingnya mengembangkan bisnis dan membangun ekosistem usaha tanpa menghilangkan identitas yang menjadi ciri khas organisasi. Pembahasan tersebut menjadi relevan bagi perusahaan yang perlu berinovasi sekaligus menjaga nilai dan karakter bisnisnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BCA menerapkan format konferensi ballroom-style untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih dinamis dan interaktif. Format tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan antara pembicara dan peserta dari berbagai latar belakang.
BCA Dorong Inovasi dan Ketahanan Bisnis
Lianawaty berharap IKF XV dapat memberikan bekal pemikiran dan wawasan yang dapat diterapkan peserta dalam menghadapi perubahan. Penguatan kapasitas kepemimpinan dan inovasi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang mampu bertahan dalam situasi penuh tantangan.
Melalui forum ini, BCA juga mendorong pelaku bisnis untuk melihat perubahan bukan hanya sebagai hambatan, tetapi sebagai ruang untuk mengevaluasi strategi dan mengembangkan peluang pertumbuhan. Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya dunia usaha Indonesia yang lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.


