Bisnis

Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun pada Kuartal III 2026, Kredit Tumbuh 12,6% Jadi Rp1.063 Triliun

BCA mencatat laba bersih Rp45,2 triliun hingga kuartal III 2026, naik 4,2% tahunan, ditopang pertumbuhan kredit dan CASA.

Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun pada Kuartal III 2026, Kredit Tumbuh 12,6% Jadi Rp1.063 Triliun
Foto: Dok. BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,2 triliun pada kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 4,2% secara tahunan atau year on year (yoy), seiring dengan ekspansi pembiayaan yang tetap berjalan di tengah penerapan prinsip kehati-hatian.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA mencapai Rp1.063 triliun atau tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendanaan yang terjaga, terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.301 triliun dan dana giro serta tabungan atau current account saving account (CASA) yang meningkat 10,4% menjadi Rp1.103 triliun.

Kredit Produktif Jadi Penopang Pembiayaan BCA

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, perseroan terus menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional. Penyaluran kredit tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian serta kondisi likuiditas perusahaan.

Dalam konferensi pers pada Selasa (27/10/2026), Hendra menjelaskan bahwa kredit produktif BCA mencapai Rp831 triliun. Nilai tersebut tumbuh 17,2% secara tahunan dan menjadi bagian penting dari penyaluran pembiayaan perseroan.

Kredit produktif tersebut mencakup pembiayaan untuk korporasi, segmen komersial, dan usaha kecil menengah (UKM). Ketiga segmen itu mencatatkan pertumbuhan dengan besaran yang berbeda sepanjang periode pelaporan.

Kredit Korporasi Tumbuh 20,9% secara Tahunan

Segmen korporasi menjadi penyumbang terbesar dalam kredit produktif BCA. Penyalurannya mencapai Rp528,1 triliun, meningkat 20,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kredit komersial tercatat sebesar Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8% secara tahunan. Adapun pembiayaan untuk UKM mencapai Rp149,2 triliun, meningkat 15,4%.

Pertumbuhan pada ketiga segmen tersebut menunjukkan penyaluran kredit BCA menjangkau berbagai skala usaha. Perseroan juga menjalankan sejumlah kegiatan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung pelaku usaha.

BCA Expo dan UMKM Fest Dukung Aktivitas Usaha

BCA turut mendorong penyaluran pembiayaan melalui penyelenggaraan BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026. Kedua kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.

Melalui kegiatan itu, BCA berupaya mempertemukan kebutuhan nasabah dengan layanan keuangan yang tersedia, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya.

Selain pembiayaan, perseroan juga menggelar BCA Wealth Summit 2026. Forum tersebut ditujukan sebagai sarana edukasi finansial bagi nasabah dan masyarakat agar lebih cermat dalam mengelola keuangan.

Dengan pertumbuhan kredit, peningkatan dana pihak ketiga, serta penguatan dana murah, BCA mempertahankan penyaluran pembiayaan sebagai salah satu fokus bisnisnya. Namun, perseroan tetap menekankan pengelolaan risiko dan likuiditas dalam mendukung pertumbuhan kredit ke berbagai sektor ekonomi.