Topik.ID — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aksi korporasi berupa akuisisi Loyal Metals Ltd (LM), perusahaan tambang yang berbasis di Australia. Transaksi tersebut menjadi perhatian Bursa, terutama terkait nilai pembelian, sumber pendanaan, serta alasan strategis di balik ekspansi tersebut.
Direktur BUMI RA Sri Dharmayanti menyampaikan nilai akuisisi LM mencapai AUD79,07 juta atau sekitar Rp1,005 triliun. Nilai tersebut ditetapkan setelah melalui proses uji tuntas hukum, keuangan, perpajakan, dan teknis yang dilakukan bersama penasihat independen, sekaligus berdasarkan hasil negosiasi antara BUMI dan LM.
BUMI Gunakan Pinjaman dan Kas Internal
Untuk membiayai transaksi, BUMI memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$54 juta atau sekitar Rp958,28 miliar dari Glencore Australia Holdings Pty Limited. Fasilitas tersebut diberikan berdasarkan facility agreement tertanggal 24 Agustus 2026.
Sementara kekurangan dana sekitar Rp46,46 miliar dipenuhi menggunakan kas internal perseroan. Dengan struktur tersebut, akuisisi LM tidak sepenuhnya menggunakan sumber dana internal perusahaan.
BEI juga mempertanyakan alasan BUMI kembali memperluas portofolio pertambangan di Australia setelah sebelumnya mengakuisisi Wolfram Limited pada Oktober 2025 dan Jubilee Metals secara bertahap pada 2025-2026.
Manajemen menjelaskan keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan keekonomian proyek. Berdasarkan evaluasi internal yang diperkuat hasil due diligence, LM dinilai memiliki net present value (NPV) positif dan internal rate of return (IRR) di atas batas minimum investasi yang ditetapkan perusahaan.
Aset Queensland Jadi Dasar Sinergi Operasional
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah lokasi aset. LM, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals sama-sama berada di Queensland sehingga BUMI melihat peluang untuk mengintegrasikan berbagai aspek operasional.
Sinergi tersebut mencakup infrastruktur pengolahan, tenaga kerja teknis, kontraktor pertambangan, hingga jaringan logistik. Kesamaan struktur perizinan dan kewajiban lingkungan dalam satu yurisdiksi juga dinilai dapat memberikan efisiensi bagi perusahaan.
Akuisisi LM sekaligus menjadi bagian dari strategi BUMI untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara termal. Perseroan menargetkan kontribusi EBITDA dari bisnis non-batu bara termal dapat melampaui 50% pada 2031.
Loyal Metals Belum Berkontribusi ke Pendapatan
LM merupakan perusahaan induk yang memiliki empat entitas pemegang konsesi pertambangan. Salah satunya Highway Copper Gold Pty Ltd (HCG) yang dimiliki 100% dan telah mengantongi Izin Operasi Produksi.
Sementara Trieste Lithium Ltd dan HWY4 Lithium Ltd masing-masing dimiliki 100% oleh LM dan masih berada dalam tahap eksplorasi. American Consolidated Lithium juga masih dalam tahap eksplorasi dengan kepemilikan LM sebesar 49%.
Manajemen menegaskan aset-aset tersebut belum memberikan pendapatan secara langsung karena masih membutuhkan pengembangan. Highway Reward Copper-Gold Mine ditargetkan mulai berkontribusi pada tahun kedua setelah akuisisi, sedangkan aset lithium baru dapat ditentukan setelah eksplorasi dan evaluasi selesai.
Meski LM masih membukukan kerugian, kondisi tersebut disebut terjadi karena perusahaan belum memasuki produksi komersial. BUMI menilai potensi aset berdasarkan kandungan mineral dan kemampuan proyek menghasilkan arus kas di masa mendatang.
Di sisi lain, Wolfram telah mulai memberikan kontribusi setelah produksi perdana pada Mei 2026. Jubilee Metals masih membangun fasilitas Carbon-in-Leach (CIL), sementara kegiatan penambangan diperkirakan berjalan setelah fasilitas tersebut selesai.
Ikuti Topik.ID
