TOPIK.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Setelah sempat dibuka menguat, IHSG turun 8,41 poin atau 0,13% ke level 6.669,78 pada satu jam pertama perdagangan.
Pelemahan tersebut terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona merah. Namun, kondisi pasar yang negatif tidak membuat seluruh saham ikut terkoreksi. Sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga signifikan dan memimpin daftar top gainers.
IHSG Berbalik Melemah di Awal Perdagangan
IHSG bergerak cukup fluktuatif pada awal sesi dengan rentang 6.661 hingga 6.712. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terbilang ramai.
Berdasarkan data BEI, volume perdagangan mencapai 12,73 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,09 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 800.673 kali transaksi.
Sebanyak 255 saham berhasil menguat, sementara 338 saham melemah dan 189 saham lainnya stagnan. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga belum mampu menghindari tekanan dengan turun tipis 0,05%.
Sentimen negatif turut datang dari bursa regional. Nikkei Jepang melemah 0,84%, Shanghai China turun 0,21%, Hang Seng Hong Kong anjlok 1,37%, sedangkan Straits Times Singapura terkoreksi 0,56%.
MGNA dan JECC Melonjak hingga Batas ARA
Di tengah tekanan terhadap IHSG, sejumlah saham justru bergerak berlawanan arah. Harga saham dalam jajaran top gainers tercatat melonjak antara 16% hingga lebih dari 30%.
PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi. Harga MGNA melejit 34,65% menjadi Rp825 dan mencapai batas auto rejection atas (ARA).
PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) juga mencatat penguatan 25% ke Rp825. Saham JECC turut menyentuh batas ARA pada perdagangan pagi.
Penguatan besar juga terjadi pada PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK). Saham FOLK naik 20,72% menjadi Rp268.
Berikutnya, PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) menguat 17,81% ke Rp860. Sementara PT Koko Exa Nusantara Tbk (KOCI) naik 16,39% menjadi Rp142.
Saham Top Losers Mengalami Tekanan
Berbeda dengan saham-saham tersebut, sejumlah emiten justru mengalami koreksi tajam. PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar setelah anjlok 10% ke Rp72.
PT Pook Advista Finance Tbk (POLA) melemah 9,88% menjadi Rp73. Kemudian PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) turun 9,59% ke Rp660.
Tekanan juga terjadi pada PT Graha Mitra Asia (RELF) yang terkoreksi 7,32% ke Rp38. Sementara PT Soho Global Health Tbk (SOHO) turun 6,41% menjadi Rp1.680.
Pergerakan tersebut menunjukkan kondisi pasar yang cukup terfragmentasi. Ketika IHSG dan sejumlah saham unggulan terkoreksi, beberapa saham justru mampu mencatat kenaikan tajam dan menjadi perhatian investor pada awal perdagangan Kamis.
Ikuti TOPIK.ID
