Topik.ID — Ondo Finance dan FLOQ menjajaki potensi kerja sama untuk membawa saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) ke pasar Indonesia melalui teknologi tokenisasi. Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Langkah ini bertujuan untuk memberikan akses bagi pengguna di Indonesia terhadap aset keuangan konvensional yang dikonversi menjadi bentuk token digital melalui teknologi blockchain.
Beberapa aset yang berpotensi dibahas dalam penjajakan ini mencakup saham perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. Selain itu, ETF populer seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga masuk dalam pertimbangan.
Ondo Finance sendiri telah mengembangkan platform bernama Ondo Stocks. Platform ini menyediakan akses onchain terhadap saham dan ETF AS bagi investor yang memenuhi syarat di luar Amerika Serikat. Produk tersebut diterbitkan oleh Ondo Global Markets (BVI) Limited, dengan aset dasar berupa saham AS, ETF, dan kas yang disimpan melalui broker-dealer terdaftar di AS. Infrastruktur Ondo Finance diklaim telah mencakup lebih dari 430 saham dan ETF, dengan nilai total aset yang terkunci (TVL) dalam Ondo Stocks melampaui US$ 1 miliar pada Mei 2026.
Dalam skema tokenisasi, token berfungsi sebagai representasi eksposur terhadap aset pasar modal yang mendasarinya, berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas. Investor disarankan untuk memahami struktur produk, hak yang melekat, mekanisme penerbitan dan penebusan, serta risiko yang terkait dengan produk tokenisasi.
Pertumbuhan Pengguna Aset Digital di Indonesia
Penjajakan kerja sama ini dilakukan di tengah terus bertambahnya jumlah pengguna aset digital di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat ada 22,93 juta akun konsumen aset keuangan digital dan kripto pada Juli 2026, meningkat 1,03% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, nilai transaksi aset kripto pada periode yang sama mengalami penurunan bulanan sebesar 28,20%, menjadi Rp 20,52 triliun dari Rp 28,58 triliun pada Juni 2026.
Peluang Pasar Indonesia untuk Tokenisasi Sekuritas
Senior Director Asia Pasifik Ondo Finance, Rania Rahardja, menilai besarnya komunitas aset digital menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menarik untuk pengembangan tokenisasi sekuritas. “Kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain, dan melihat peluang yang kuat di pasar tempat permintaan terhadap aset keuangan berkualitas tinggi terus bertumbuh,” ujar Rania.
Rania menambahkan bahwa FLOQ berpotensi menjadi mitra lokal yang strategis untuk menjajaki bagaimana produk pasar publik berbasis tokenisasi dapat menjangkau pengguna yang memenuhi syarat di Indonesia, dengan tetap memperhatikan aspek regulasi yang berlaku.
Senada dengan itu, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan bahwa perkembangan ekosistem aset digital di Indonesia membuka peluang untuk menjajaki akses terhadap produk keuangan global. “Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Yudhono.
Aspek edukasi mengenai risiko juga akan menjadi bagian penting dari penjajakan ini, mengingat produk tokenisasi memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda dibandingkan perdagangan saham konvensional maupun aset kripto.
Ikuti Topik.ID
