Bisnis

BNI Raih Posisi Empat BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI menempati peringkat keempat BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan transformasi layanan dan kanal digital.

BNI Raih Posisi Empat BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Ilustrasi Pelayanan di Bank BNI (Sumber: Dok. BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses mengamankan peringkat keempat dalam kategori Top 10 BUMN Layanan Terbaik pada ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Capaian ini mengukuhkan posisi perseroan di jajaran teratas perusahaan pelat merah dalam hal kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

Acara penyerahan penghargaan tersebut dihelat di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan bahwa kualitas layanan memegang peranan krusial untuk mempertahankan kepercayaan nasabah sekaligus mendongkrak daya saing bisnis.

“Bagi BNI, kualitas layanan merupakan bagian dari daya saing perusahaan. Karena itu, kami terus memastikan pengembangan layanan sejalan dengan kebutuhan nasabah dan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia,” ujar Putrama melalui keterangan tertulis.

Langkah penguatan tersebut diwujudkan lewat optimalisasi kanal digital yang berjalan seirama dengan pembenahan layanan di kantor cabang. Untuk segmen ritel, BNI mengandalkan aplikasi wondr by BNI. Sementara itu, segmen wholesale ditopang oleh platform BNIdirect.

Berdasarkan catatan hingga Semester I 2026, wondr by BNI telah merangkul 15,1 juta pengguna dengan total transaksi mencapai 1,1 miliar senilai Rp958 triliun. Di sisi lain, BNIdirect membukukan 279,7 ribu pengguna dengan jumlah transaksi menyentuh 789 juta senilai Rp6.039 triliun.

Metodologi penilaian dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berlandaskan pada tiga pilar utama, yaitu Effectiveness, Ease, dan Emotion. Aspek-aspek tersebut menilai efektivitas pemenuhan kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, serta kenyamanan pengalaman berinteraksi.

Proses penilaian dijalankan melalui serangkaian metode komprehensif, meliputi wawancara tatap muka, survei daring, mystery shopping, wawancara mendalam, hingga diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD). Hasil evaluasi ini dimanfaatkan sebagai acuan untuk memetakan keunggulan serta aspek layanan yang perlu dioptimalkan.

Putrama menambahkan, pengalaman nasabah yang optimal tidak sekadar bersumber dari interaksi langsung, melainkan juga ditopang oleh keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur di balik layar. Seluruh lini pengembangan customer experience digarap secara komprehensif.

“Hasil penilaian ini menjadi masukan bagi kami untuk terus menyempurnakan proses layanan dan mengembangkan kanal digital. Kami ingin layanan BNI terus berkembang mengikuti kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan dalam bertransaksi,” kata Putrama.

Bernaung di bawah ekosistem Danantara Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus mengakselerasi transformasi pelayanan dengan menempatkan nasabah sebagai prioritas utama arah pengembangan bisnis.

Menyongsong perjalanan delapan dekade serta berlandaskan semangat Swadharma Bhakti Nagara, perseroan siap mempertahankan konsistensi dalam menggenjot mutu layanan, inovasi digital, serta keandalan operasional demi kepuasan nasabah.