— Borneo FC sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Bali United pada pekan ketiga Super League yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu sore.

Duel sengit ini berjalan panas dan diwarnai keluarnya tiga kartu merah dari kantong pengadil lapangan. Wasit menghukum dua penggawa Bali United, yakni Rahmat Arjuna dan Tim Receveur, serta satu pemain Borneo FC, Rifad Marasabessy.

Ketegangan memuncak ketika pertandingan memasuki menit ke-35 akibat friksi fisik antara Rahmat dan Rifad di atas lapangan. Insiden bermula saat Rahmat melayangkan pukulan ke arah tengkuk Rifad, yang kemudian dibalas oleh Rifad dengan pukulan tangan kiri langsung ke muka Rahmat.

Akibat pukulan tersebut, Rahmat langsung tersungkur di atas rumput. Setelah mencermati situasi melalui pengamatan langsung, wasit Naufal Adya Fairuski tak ragu mengusir kedua pemain tersebut keluar lapangan dengan kartu merah.

Selepas turun minum, Borneo FC berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-54. Keunggulan 1-0 bagi tuan rumah tercipta lewat eksekusi penalti yang sukses dieksekusi oleh Juan Villa.

Situasi semakin berat bagi Bali United saat pertandingan berjalan 16 menit kemudian. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu harus kehilangan satu pemain lagi setelah Tim Receveur diganjar kartu merah karena melanggar pemain Borneo FC saat menjadi orang terakhir di lini pertahanan.

Kehilangan dua pemain membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan. Hingga peluit panjang berbunyi, skuad asuhan tim tamu gagal mencetak gol penyeimbang dan harus mengakui keunggulan tipis 1-0 tuan rumah.