Pendidikan

Buku Koleksi Internasional Hadir di Indonesia Lewat Kolaborasi BBW dan Goldsboro Books

Big Bad Wolf Books Indonesia menggandeng Goldsboro Books asal Inggris untuk menghadirkan koleksi buku edisi khusus bagi pembaca Tanah Air.

Buku Koleksi Internasional Hadir di Indonesia Lewat Kolaborasi BBW dan Goldsboro Books
Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf (Sumber: BIG BAD WOLF)

Aktivitas literasi di Indonesia kini semakin berkembang, tidak sekadar membaca, melainkan mulai merambah ke hobi mengoleksi buku. Sebagian pembaca menaruh perhatian khusus pada buku edisi pertama, edisi terbatas, hingga karya yang dilengkapi tanda tangan penulis karena memiliki nilai historis serta personal yang kuat.

Tren tersebut menjadi landasan untuk mengenalkan berbagai penerbitan internasional kepada publik sekaligus memperkaya wawasan dunia perbukuan. Langkah ini diwujudkan lewat kemitraan antara Big Bad Wolf (BBW) Books Indonesia dan Goldsboro Books, sebuah toko buku independen asal Inggris yang dikenal lewat koleksi edisi pertama bertanda tangan penulis serta edisi khususnya.

Kemitraan yang menandai satu dekade eksistensi BBW di Indonesia ini bakal membawa jajaran buku koleksi internasional tersebut ke dalam ajang Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf. Acara ini dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026.

Lewat inisiatif ini, masyarakat pembaca di Tanah Air diharapkan mampu mengenali lebih mendalam karakter buku koleksi, termasuk mengenali perbedaan mendasar antara cetakan reguler dan edisi khusus yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para kolektor.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menyampaikan bahwa sinergi tersebut merupakan bagian dari langkah memperluas variasi bacaan internasional sekaligus menumbuhkan budaya mengoleksi buku di tengah masyarakat.

“Selama 10 tahun, Big Bad Wolf berupaya membuka akses yang lebih luas terhadap buku internasional bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi dengan Goldsboro Books melengkapi perjalanan ini dengan menghadirkan pilihan buku koleksi yang istimewa. Kami berharap semakin banyak pembaca dapat menemukan sisi baru dari kecintaan mereka terhadap buku,” ujarnya.

Marthius menambahkan, kehadiran buku koleksi memberikan alternatif bagi pembaca yang ingin mendalami industri penerbitan lebih jauh. Pemahaman tersebut mencakup sejarah cetakan, estetika desain, hingga kekhasan edisi fisik dari sebuah karya.

Mengenal Tradisi Mengoleksi Buku

Dunia literasi mencatat bahwa aktivitas mengoleksi bacaan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dari kebiasaan membaca biasa. Di luar substansi cerita dan sosok penulisnya, para kolektor umumnya mencermati berbagai elemen pendukung seperti status edisi, total cetakan, keaslian tanda tangan penulis, hingga kondisi fisik buku secara keseluruhan.

Sebagai contoh, buku edisi pertama kerap diburu karena merepresentasikan fase awal penerbitan sebuah karya monumental. Di sisi lain, edisi terbatas diproduksi dalam kuota tertentu yang dihiasi atribut eksklusif pembeda dari versi regulernya.

Meski demikian, esensi sebuah buku koleksi tidak selalu diukur dari tingkat kelangkaan ataupun banderol harganya. Bagi segelintir pembaca, buku menyimpan nilai sentimental yang erat kaitannya dengan memori membaca, kekaguman terhadap sastrawan, atau rekam jejak mereka menyusuri dunia sastra.

Co-Founder sekaligus Managing Director Goldsboro Books, David Headley, berpendapat bahwa kegiatan mengoleksi buku mampu menjembatani hubungan yang lebih erat antara pembaca dan karya sastra pilihannya.

“Kami percaya bahwa buku dapat menjadi sesuatu yang sangat personal dan layak untuk disimpan serta dihargai. Melalui kolaborasi dengan Big Bad Wolf, kami ingin memperkenalkan koleksi Goldsboro kepada pembaca Indonesia dan mengajak mereka menemukan kegembiraan dalam mengoleksi buku,” ucapnya.

Menurut Headley, peluncuran buku edisi khusus ini diyakini mampu membuka wawasan baru masyarakat terhadap dimensi lain dunia literasi, mulai dari apresiasi bentuk fisik karya hingga napak tilas sejarah penerbitannya.

Sebagai catatan, Goldsboro Books pertama kali dibangun pada tahun 1999 di London oleh pasangan David Headley dan Daniel Gedeon. Usaha dagang buku ini memfokuskan diri pada penyediaan buku edisi pertama bertanda tangan pengarang, varian eksklusif, serta berbagai terbitan khusus untuk para kolektor.

Kehadiran ragam koleksi Goldsboro Books di bazar internasional BBW Indonesia diharapkan dapat merangkul berbagai kalangan pembaca, baik pemula yang baru merintis koleksi pribadi maupun kolektor senior yang memburu edisi langka.