Bisnis

Investasi Rp95 Miliar, MMIX Resmikan Pabrik Popok Canggih di Tangerang

PT Multi Medika Internasional Tbk meresmikan pabrik popok baru di Tangerang senilai Rp95 miliar untuk tekan impor dan dongkrak laba.

Investasi Rp95 Miliar, MMIX Resmikan Pabrik Popok Canggih di Tangerang
PT Multi Nice Paper Indonesia (Sumber: MMIX)

PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mengambil langkah strategis guna memperkuat penetrasi di sektor produk higienis Tanah Air. Melalui lini usaha PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI), perusahaan meresmikan fasilitas produksi popok bayi anyar yang berlokasi di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (15/10/2026).

Proyek ekspansi ini melibatkan nilai penanaman modal sebesar US$ 6 juta atau setara dengan kisaran Rp95 miliar. Kehadiran fasilitas tersebut ditujukan untuk memangkas ketergantungan terhadap produk impor serta fluktuasi kurs mata uang asing, sekaligus diandalkan dalam mendongkrak laba bersih perseroan hingga 69,1% pada tahun 2027 mendatang.

Direktur Utama PT Multi Nice Paper Indonesia, Mengky Mangarek, mengemukakan bahwa kehadiran basis produksi domestik ini merupakan solusi menghadapi dinamika ekonomi global. “Pembangunan pabrik popok di dalam negeri menjadi strategi kami untuk menjaga kestabilan biaya tanpa khawatir fluktuasi nilai kurs, sekaligus memperkuat daya saing produk perawatan bayi nasional,” ujar Mengky.

Kapasitas Produksi dan Proyeksi Keuangan

Pada fase awal pengoperasian, fasilitas ini menyiagakan dua lini produksi dengan target kapasitas mencapai 1,8 miliar popok. Angka tersebut nantinya diproyeksikan merangkak naik hingga menyentuh kisaran 3 miliar popok setiap tahunnya.

“Awal kira targetkan produksi 1,8 miliar popok dan akan meningkat di 3 miliar. Jumlah itu diperkirakan setara dengan sekitar 10% dari total kebutuhan popok nasional yang disebut mencapai 33 miliar potong per tahun,” jelasnya.

Dari sisi finansial, manajemen membidik pendapatan di angka Rp473 miliar pada 2027, mengalami kenaikan sekitar 21,91% dari target tahun 2026 yang dipatok senilai Rp388 miliar. Sementara itu, perolehan EBITDA ditargetkan menyentuh Rp116 miliar pada 2027, tumbuh sekitar 31,82% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp88 miliar.

Penguatan jaringan distribusi, termasuk lewat jalur e-commerce serta perluasan kapabilitas pabrik, menjadi motor penggerak pertumbuhan tersebut. “Dalam simulasi terpisah mengenai dampak manufaktur pada 2027, skenario dengan pabrik memproyeksikan laba kotor sebesar US$ 12,25 juta, dibandingkan US$ 10,92 juta tanpa pabrik. Margin laba kotor meningkat dari 41,2% menjadi 46,3%,” jabarnya.

Lebih lanjut, laba bersih dengan sokongan pabrik baru diproyeksikan berada di angka US$ 2,55 juta, melonjak dari proyeksi tanpa pabrik yang senilai US$ 1,51 juta. “Sehingga melalui investasi tersebut, kami berharap dapat memperkuat daya saing industri produk perawatan bayi nasional, meningkatkan pemanfaatan bahan baku domestik, serta membuka peluang ekspansi ke pasar ekspor,” imbuh Mengky.

Teknologi Manufaktur dan Keterlibatan Triv Group

Pabrik anyar ini dirancang dengan teknologi tinggi yang mampu mencatatkan kecepatan produksi hingga 800 popok per menit. Fasilitas ini juga mengandalkan sistem five-layer absorbent core atau inti penyerapan lima lapis berbasis Super Absorbent Polymer (SAP).

MNPI sendiri merupakan perusahaan patungan hasil kolaborasi antara MMIX bersama produsen barang higienis asal China, Fujian Nice Paper Hygiene Products Co., Ltd. Melalui kerja sama ini, perseroan turut membuka peluang bisnis lewat skema original equipment manufacturer (OEM), original design manufacturer (ODM), serta private label.

“Melalui MNPI, kami menghadirkan kemampuan produksi berkecepatan tinggi yang didukung teknologi inti penyerap berbasis SAP. Bagi kami, teknologi harus memberikan manfaat nyata melalui kualitas produk yang konsisten, pengembangan popok sesuai kebutuhan konsumen, dan kesiapan pasokan untuk mendukung pertumbuhan pasar,” tutur Mengky.

Di sisi lain, ekspansi ini juga mendapat dukungan dari Triv Group yang turut menanamkan modalnya di Multi Medika. Founder Triv Group, Gabriel Rey, menyatakan bahwa keputusan berinvestasi didasari oleh keyakinan terhadap kapabilitas manajerial perusahaan.

“Ketika kita berinvestasi di sebuah perusahaan, yang pertama kita perhatikan adalah orangnya dan manajemennya. Setelah itu, baru kita melihat bagaimana perusahaannya,” ungkap Gabriel.

Ia memandang sosok Mengky memiliki visi serta komitmen kuat dalam membesarkan bisnis. Besarnya populasi di Indonesia turut menjadi pertimbangan Triv Group dalam melihat peluang pasar produk higienitas yang terus bertumbuh.