Topik.id — Celine Dion kembali berdiri di hadapan ribuan penonton dalam konsernya di Paris, Prancis, pada Sabtu (12/9/2026). Momen tersebut menjadi penanda penting bagi perjalanan karier sang penyanyi setelah bertahun-tahun harus mengurangi aktivitas panggung akibat stiff person syndrome.
Emosi Dion tak terbendung ketika konser dimulai. Dalam video yang dibagikan seorang penonton melalui Instagram, penyanyi asal Kanada itu terlihat menyanyikan lagu sambil menahan tangis. Penonton kemudian memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk dukungan atas kembalinya sang diva ke atas panggung.
Celine Dion Tak Kuasa Menahan Air Mata
Konser tersebut berlangsung selama sekitar dua jam 15 menit. Dion tampil mengenakan gaun hitam dengan rambut disanggul pada bagian awal pertunjukan sebelum berganti pakaian untuk membawakan sejumlah lagu andalannya.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah “My Heart Will Go On”. Dion menyanyikan lagu ikonik dari 1997 tersebut setelah berganti dengan jaket hitam berkilauan dan celana hitam.
Di sela pertunjukan, Dion berbicara langsung kepada penonton mengenai perjalanan yang telah dilaluinya. Ia mengaku ingin menikmati malam tersebut tanpa larut dalam kesedihan.
Dion juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan dan kesabaran selama dirinya menjalani masa sulit. Saat membawakan “Because You Loved Me”, ia mengatakan bahwa kecintaan penggemar turut membentuk dirinya hingga menjadi seperti sekarang.
Lagu “All By Myself” kemudian dipilih sebagai encore. Penampilan tersebut menjadi salah satu tolok ukur kondisi Dion setelah lebih dari enam tahun tidak menggelar konser penuh.
Perjuangan Dion Menghadapi Stiff Person Syndrome
Kembalinya Celine Dion ke panggung tidak terlepas dari perjuangannya menghadapi stiff person syndrome atau sindrom kaku otot. Dion mengungkapkan diagnosis penyakit neurologis langka tersebut pada Desember 2022.
Kondisi itu membuat Dion membatalkan tur dunia Courage pada Mei 2023. Ia kemudian memusatkan perhatian pada proses pemulihan dan berusaha menyesuaikan kembali kehidupannya dengan kondisi kesehatan yang dihadapi.
Untuk mempersiapkan penampilan di Paris, Dion menjalani terapi fisik, terapi vokal, serta imunoterapi. Ia juga mendapat resep obat baru. Sebelumnya, perjuangan tersebut membantunya kembali tampil dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024.
Stiff person syndrome merupakan gangguan neurologis autoimun langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot serta kejang yang menyakitkan. Gejalanya bisa muncul dan menghilang, tetapi berpotensi semakin berat seiring waktu.
Kontraksi otot dapat membuat bagian tubuh terasa sangat kaku. Bergantung pada area yang terdampak, kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan kesulitan berjalan hingga gangguan pernapasan.
Di hadapan penonton Paris, Dion hanya menyampaikan tiga kata dalam bahasa Prancis, “Je vais bien” yang berarti “Saya baik-baik saja”. Kalimat singkat itu menjadi gambaran emosional dari perjalanan panjangnya untuk kembali bernyanyi di atas panggung.
