— Lebih dari 150 penggemar musik pop memadati Bat & Ball Hotel di Redfern minggu ini untuk menyaksikan acara musik langsung Turn Up Aus yang dipersembahkan oleh Spotify. Dalam edisi ketiganya, tiga bintang pop muda asal Australia yaitu Aleksiah, Chloe Parché, dan Darcie Haven bergantian naik ke atas panggung untuk merayakan ragam talenta lokal.

Para penggemar fanatik telah tiba lebih awal dengan antusiasme tinggi untuk bernyanyi bersama. Setiap penampil diberikan pencahayaan panggung dengan warna khas masing-masing: biru untuk Darcie, hijau untuk Chloe, serta merah muda untuk Aleksiah. Paduan warna tersebut menciptakan identitas visual yang unik sekaligus menghubungkan ketiga penampil dalam satu rangkaian acara.

Darcie Haven yang berasal dari Esperance, Australia Barat, membuka acara dengan membawakan lagu “Burner Account”, “Hounds”, “Wishbone”, dan “Girlfriend”. Penampilan dilanjutkan oleh Chloe Parché asal Sydney yang tampil enerjik dalam balutan busana serba denim. Chloe membawakan lagu “Knots”, “Silver Bullet”, “Changing Shapes”, dan “Not For the Better” sebelum menyerahkan panggung kepada Aleksiah.

Penyanyi asal Adelaide, Aleksiah, menghadirkan energi teater yang kuat di atas panggung dengan balutan gaun merah bernuansa boneka satin. Ia menyanyikan lagu “Clothes Off” dan “The Hit”, lalu membawakan trek bubblegum pop “Be The Diva” dari atas bar sebelum berinteraksi langsung di tengah kerumunan penonton. Antusiasme penonton tampak sangat tinggi hingga mereka meneriakkan permintaan lagu tambahan setelah penampilannya berakhir.

Ketiga musisi tersebut kemudian kembali ke atas panggung untuk membawakan encore lagu “4ever” milik The Veronicas sebagai penutup acara. Selain pertunjukan musik, para pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas telepon putar untuk meninggalkan pesan bagi musisi favorit mereka serta berfoto di bilik foto yang disediakan.

Mengenal Lebih Dekat Tiga Talenta Muda

Sebelum acara dimulai, ketiga musisi sempat membagikan pandangan mereka mengenai perjalanan karier, proses kreatif, hingga perkembangan musik pop di Australia.

“Diaristic, dark and dramatic,” ungkap Darcie saat mendeskripsikan musiknya dalam tiga kata.

Sementara itu, Chloe menggambarkan karyanya sebagai musik yang “Fun, hooky, energetic,” dan Aleksiahmendefinisikan musiknya sebagai “Fun, melodramatic, honest.”

Terkait hubungan dengan para pendengar, Darcie menyampaikan, “I think audiences are connecting with artists they can see themselves in. There’s something especially powerful about hearing your experience expressed by someone who feels close to your own world. That’s shaped my approach by making me want to be more specific in my writing, and more open and honest about where I come from.”

Chloe menambahkan pentingnya penampilan langsung dalam proses penciptaan karyanya. “I think that the live scene is becoming a hugely important thing again, which is so important to me, and so it ends up becoming a part of my writing approach. When I’m in the studio, I am often thinking about how a song is going to hit live.”

Adapun Aleksiah menekankan pentingnya kejujuran dalam bermusik. “I think no matter what age you are, where you’re from or what genre you love, everyone will always crave that human authenticity. Something that feels honest and real and like a friend that you instantly click with, who totally gets you. When I write, I always want the music to feel relatable; I want people to find company in my songs.”

Mengenai masa depan musik pop Australia, Darcie merasa optimis dengan pertumbuhan apresiasi terhadap genre tersebut. “How quickly the love for Australian pop, in particular, is growing. Pop felt like a dirty word a few years ago, but we’ve clawed our way through a full 360. Pop is cool, and Australian pop is even cooler. It feels like we’re becoming more confident in our own version of the genre as well, instead of looking overseas for permission, and that’s really exciting to see as an artist.”

Chloe turut menyoroti tingginya individualitas dalam kancah musik pop lokal saat ini. “I think something that’s super promising is how much individuality there is in Aussie pop right now. We have so many pop artists who are really carving out their own worlds and finding people who connect with them. It feels like there is a genuine appetite for Aussie music.”

Menutup rangkaian acara, masing-masing artis juga membagikan rencana masa depan mereka. Darcie berencana meluangkan waktu untuk menyempurnakan era baru musiknya, Chloe tengah sibuk menulis berbagai materi lagu baru, dan Aleksiah saat ini sedang dalam proses penulisan album serta bersiap untuk tampil di festival Spilt Milk pada bulan Desember.