Topik.id — Fabio Quartararo harus menghadapi persoalan tak terduga saat menjalani MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Pembalap Yamaha tersebut mengalami konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dari perkiraan sehingga harus mengorbankan sebagian performa motornya sepanjang balapan.
Quartararo sebenarnya mampu memperbaiki posisi dari start ke-13 hingga finis di urutan ke-10. Namun, hasil tersebut dinilai belum mencerminkan potensi Yamaha karena masalah bahan bakar memaksanya menggunakan pengaturan mesin paling hemat. Situasi ini sekaligus menjadi kekhawatiran menjelang seri berikutnya di Austria.
Performa Quartararo Terhambat Masalah BBM
Quartararo mengungkapkan persoalan bahan bakar sudah terasa sejak awal balapan. Indikator pada dashboard menunjukkan konsumsi yang mengkhawatirkan sehingga ia harus mengubah strategi penggunaan tenaga.
Yamaha memiliki tiga pilihan power map. Map pertama memberikan keluaran tenaga paling besar, sedangkan map ketiga dirancang untuk menghemat bahan bakar. Dalam kondisi normal, pembalap dapat menyesuaikan pemetaan tersebut sesuai kebutuhan selama balapan.
Namun di Misano, Quartararo lebih banyak menggunakan map ketiga. Pilihan tersebut membuat tenaga motor Yamaha tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal, terutama ketika memasuki sektor lurus yang membutuhkan akselerasi dan kecepatan tinggi.
Kecepatan Yamaha Sebenarnya Masih Kompetitif
Di tengah keterbatasan tersebut, Quartararo masih mampu mempertahankan catatan waktu di kisaran 1 menit 31,7 detik hingga 1 menit 31,8 detik. Menurutnya, kecepatan yang ditunjukkan Yamaha sebenarnya cukup untuk bersaing lebih dekat dengan rombongan depan.
Pembalap asal Prancis itu bahkan menilai posisi keenam bukan target yang terlalu jauh apabila persoalan konsumsi bahan bakar tidak muncul. Akan tetapi, kondisi di lintasan membuatnya harus lebih berhati-hati dalam mengatur penggunaan tenaga.
Situasi semakin sulit karena indikator bahan bakar tetap menunjukkan kondisi kritis meski motor sudah menggunakan pemetaan paling irit. Quartararo bahkan mengaku nyaris kehabisan bahan bakar ketika memasuki pit lane setelah balapan berakhir.
Red Bull Ring Bisa Menjadi Tantangan Lebih Berat
Masalah tersebut menjadi perhatian Yamaha karena karakter Red Bull Ring di Austria berpotensi memperbesar kebutuhan bahan bakar. Sirkuit tersebut memiliki sejumlah pengereman keras yang diikuti akselerasi panjang.
Karakter lintasan seperti itu membuat motor membutuhkan keluaran tenaga besar dalam beberapa bagian sirkuit. Jika persoalan konsumsi BBM yang muncul di Misano belum ditemukan penyebabnya, Yamaha berpotensi menghadapi tantangan lebih besar di Austria.
Quartararo pun tidak menyembunyikan kekhawatirannya. Ia mengaku tidak memperkirakan konsumsi bahan bakar akan menjadi persoalan sebesar itu di Misano dan memperkirakan seri Austria bakal berlangsung lebih sulit.
Yamaha Harus Segera Menemukan Penyebab
MotoGP Austria 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 20 September di Red Bull Ring. Jeda menuju balapan berikutnya menjadi kesempatan bagi Yamaha untuk menganalisis data dari Misano.
Tim perlu mengetahui penyebab konsumsi bahan bakar yang melebihi perkiraan sekaligus mencari solusi agar Quartararo tidak kembali kehilangan performa akibat pembatasan tenaga.
Bagi Quartararo, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah penting. Yamaha memiliki peluang untuk tampil lebih kompetitif, tetapi kemampuan mempertahankan konsumsi bahan bakar sesuai perhitungan akan menjadi salah satu faktor utama di Austria.
