Topik.id — Kontingen teqball Indonesia baru saja menuntaskan penampilan mereka di ajang Asian Games 2026. Dari kejuaraan tersebut, atlet tanah air sukses mengamankan kepingan medali perak dan perunggu sebelum kembali pulang ke Indonesia.
Yoga Ardika Putra sukses mencatatkan sejarah dengan menyumbangkan medali perdana bagi teqball Indonesia pada nomor Men’s Singles. Sementara itu, rekan setimnya, Sumaya, berhasil naik podium untuk mengalungkan medali perak dari nomor perorangan putri.
Sekembalinya di Tanah Air pada Selasa (22/9/2026), Yoga langsung mengalihkan fokusnya ke ajang multievent berikutnya. Persiapan matang kini mulai dicanangkan untuk menghadapi gelaran AIMAG serta SEA Games 2027.
“Setelah Asian Games ini kami mempersiapkan diri untuk mengikuti AIMAG dan SEA Games 2027,” kata Yoga di Jakarta.
“Target kami lebih baik dari sini. Karena di AIMAG (Asian Indoor and Martial Arts Games) juga baru pertama tapi secara peta persaingan tidak akan jauh berbeda dengan Asian Games karena pesertanya sama-sama Asia.”
“Tapi kami percaya dengan kemampuan masing-masing.Tentu hasil ini bakal menjadi evaluasi kami untuk berikutnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Sumaya mengungkapkan alasannya memasang target realistis pada kejuaraan mendatang karena masih perlu mengukur kekuatan lawan secara keseluruhan.
“Karena waktu di Asian Games ada negara-negara yang belum mengirim atletnya, seperti China,” tuturnya.
Kendati demikian, tekad kuat untuk naik ke podium tertinggi tetap membara di dalam diri Sumaya demi mempersembahkan emas bagi Indonesia.
Perjalanan karier Sumaya di dunia teqball sendiri terbilang cukup unik. Sebelumnya, ia merupakan atlet sepak takraw yang banting setir lantaran tidak lolos seleksi untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.
Kesempatan baru terbuka ketika dirinya mendapat tawaran untuk bergabung dengan cabang olahraga teqball. Hanya membutuhkan waktu adaptasi sekitar satu bulan, mahasiswi semester 7 Universitas Terbuka tersebut langsung mantap menggeluti cabang baru ini.
Keputusan tersebut berbuah manis ketika ia sukses mendulang medali emas dan perak pada PON Aceh-Sumut 2024. Prestasi itu pula yang mengantarkannya memperkuat Indonesia di SEA Games 2025 dengan perolehan medali perunggu, disusul raihan perak di Asian Games 2026.
“Mungkin pas PON tak kepilih (di sepak takraw) jadi Tuhan menunjukkan jalan rezekinya di teqball. Alhamdullilah SEA Games terpilih, di Asian Games juga dan meraih perak,” ujar peraih medali perunggu Teqball World Tour Bangkok 2025 ini.
“Orang tua saya bangga sekali dengan pencapaian saya yang sekarang. Walaupun saya ingin mendapat emas tapi belum kesampaian, Tuhanmungkin menyuruh saya harus lebih lagi latihannya.”
“Mimpi saya membawa medali emas karena belum pernah teqball dapat emas,” kata Sumaya.
