— Produsen mobil listrik asal China, Leapmotor, berencana untuk memperluas jangkauan produknya di pasar internasional dengan meluncurkan model kendaraan listrik hybrid plug-in (PHEV). Peluncuran perdana di luar China ini dijadwalkan paling cepat pada paruh pertama tahun 2027.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Leapmotor untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan teknologi PHEV guna memperkaya lini produknya dan menarik lebih banyak konsumen global. Informasi ini mengutip dari sumber yang familiar dengan rencana perusahaan.

Saat ini, portofolio produk Leapmotor terdiri dari kendaraan listrik baterai (BEV) dan kendaraan listrik jangkauan diperpanjang (EREV). Dengan penambahan model PHEV, perusahaan berharap dapat memperluas pangsa pasar internasionalnya.

Rencana peluncuran PHEV di luar negeri ini sejalan dengan akselerasi ekspansi global Leapmotor. Manajemen perusahaan sebelumnya telah menetapkan target penjualan di luar China sekitar 200.000 kendaraan pada tahun 2026, melampaui target awal yang berkisar antara 100.000 hingga 150.000 unit.

Lebih lanjut, Leapmotor menargetkan penjualan internasional antara 350.000 hingga 400.000 kendaraan pada tahun 2027, dengan ambisi untuk mencapai batas atas dari rentang tersebut.

Data ekspor Leapmotor menunjukkan pertumbuhan signifikan. Selama delapan bulan pertama tahun ini, perusahaan berhasil mengekspor 132.118 kendaraan, meningkat 327,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus pada bulan Agustus, ekspor mencapai 18.255 unit, naik 209,20% dari tahun lalu dan 3,90% dari bulan Juli.

Ekspansi Internasional Leapmotor

Ekspansi internasional Leapmotor didukung oleh Leapmotor International, sebuah perusahaan patungan dengan Stellantis NV. Kemitraan ini mengelola ekspor dan penjualan kendaraan Leapmotor di luar China.

Perusahaan telah memanfaatkan model EREV di beberapa pasar luar negeri untuk menjangkau konsumen yang memiliki keterbatasan akses pengisian daya. Contohnya, pada bulan Agustus, Leapmotor memasuki pasar Argentina dengan menawarkan versi EREV dari SUV B10 dan C10.

Leapmotor menyatakan bahwa teknologi EREV dapat mengurangi kekhawatiran akan jangkauan jelajah (range anxiety) dan ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan jaringan dealer dan layanan purna jual lokal Stellantis untuk memperluas bisnisnya.

Di samping perluasan jaringan penjualan, Leapmotor juga tengah mengembangkan produksi lokal di luar negeri. Pada bulan Juli, perusahaan mengumumkan kehadirannya di Indonesia, di mana mereka melakukan perakitan secara knocked-down (KD) melalui Indomobil Group.

Pertumbuhan di pasar internasional turut mendukung upaya Leapmotor dalam mencapai target pengiriman global sebanyak 1.000.000 kendaraan pada tahun ini. Pada bulan Agustus, pengiriman global Leapmotor mencapai rekor 103.129 kendaraan, melampaui 100.000 unit untuk bulan kedua berturut-turut. Secara total, Leapmotor telah mengirimkan 560.883 kendaraan dalam delapan bulan pertama, naik 70,55% dari tahun sebelumnya, yang setara dengan sekitar 56,1% dari target tahunan.