— Luca Marini mulai mempersiapkan diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini. Pebalap Honda HRC Castrol tersebut tidak hanya mengandalkan persiapan di lintasan, tetapi juga membawa hasil evaluasi dari penampilan musim sebelumnya.

Bersama para insinyur Honda HRC Castrol, Marini mulai membahas data balapan tahun lalu. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan pendekatan yang akan digunakan sepanjang akhir pekan, termasuk kemungkinan perubahan pada motor serta strategi yang berkaitan dengan penggunaan ban.

Evaluasi Data Jadi Modal Awal Marini

Menurut Marini, persiapan tim dimulai dengan pengarahan singkat bersama para insinyur. Pembahasan mencakup performa motor, pengalaman dari balapan sebelumnya, serta berbagai data yang dinilai masih relevan untuk menghadapi Mandalika.

Proses tersebut kemudian dilanjutkan lebih mendalam pada Kamis (8/10/2026). Tim Honda HRC Castrol mulai memetakan sejumlah skenario yang mungkin muncul selama sesi latihan hingga balapan utama.

Marini menyebut tim telah menyiapkan dua sampai tiga alternatif perubahan pada motor. Namun, keputusan mengenai opsi yang akan digunakan belum ditentukan sejak awal karena karakter lintasan dan kondisi akhir pekan balap dapat berubah.

Karakter Mandalika Jadi Perhatian Utama

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Marini adalah karakter cepat Sirkuit Mandalika. Menurutnya, lintasan tersebut membutuhkan motor yang mampu merespons perubahan arah dengan baik ketika memasuki tikungan.

Kebutuhan itu membuat Honda HRC Castrol harus mencari keseimbangan antara kecepatan dan kemampuan motor saat menikung. Data dari musim sebelumnya memang dapat menjadi acuan, tetapi tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk balapan tahun ini.

Marini menegaskan kondisi di Mandalika dapat berbeda dari satu musim ke musim berikutnya. Karena itu, tim memilih membawa beberapa alternatif setelan agar bisa segera menyesuaikan diri dengan perkembangan di lintasan.

Ban Dan Suhu Lintasan Pengaruhi Setelan

Sesi latihan pertama pada Jumat akan menjadi momen penting bagi Marini dan tim untuk mendapatkan gambaran aktual mengenai performa motor. Respons ban, temperatur aspal, serta kondisi lintasan akan menjadi bahan evaluasi sebelum dilakukan perubahan lebih lanjut.

Setelah memperoleh data tersebut, Marini akan menyesuaikan setelan motor sekaligus gaya berkendaranya. Pendekatan ini diperlukan karena karakter ban dan suhu lintasan tidak selalu sama dengan kondisi pada balapan tahun sebelumnya.

Marini mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari persiapan MotoGP Indonesia 2026. Pengalaman masa lalu tetap berguna, tetapi perkembangan motor, ban, dan kondisi sirkuit membuat tim harus terus melakukan penyesuaian.

Dengan sejumlah opsi yang sudah dipersiapkan, Honda HRC Castrol berharap dapat menemukan konfigurasi yang paling sesuai setelah melihat kondisi nyata di Mandalika. Bagi Marini, proses tersebut akan menentukan langkah tim sebelum memasuki rangkaian sesi berikutnya hingga balapan utama.