Topik.id — Pemerintah Malaysia menyatakan bakal mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang.
Langkah diplomasi tersebut diambil guna merumuskan mekanisme regional yang lebih adil serta efektif dalam menangani persoalan polusi udara lintas negara.
Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menjelaskan, penanganan kabut asap memerlukan perhatian serta protokol khusus karena secara formal belum masuk ke dalam cakupan mekanisme bencana alam yang ada di tingkat ASEAN.
“Kami sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam. Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan dengan rekan-rekan sejawat saya,” tegas Datuk Seri Mohamad Hasan usai menghadiri upacara pelepasan Raja Yordania Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Malaysia, menurut laporan Bernama pada Selasa.
Pahami Tantangan Karhutla di Indonesia
Mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra serta Kalimantan, Menlu Hasan mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir. Ia memahami bahwa kondisi jarak pandang yang sangat buruk di titik-titik kebakaran telah melumpuhkan dan membahayakan operasi pemadaman dari udara.
“Indonesia memiliki tiga hingga empat pesawat terbang dan 34 helikopter, tetapi mereka tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk, sehingga tidak aman untuk melakukan penerbangan apa pun di daerah-daerah terdampak. Namun, mereka telah mengerahkan 60.000 personel untuk bertugas di lapangan,” ungkap Hasan.
Ia juga memaparkan bahwa tim pemadam di lapangan menghadapi kendala geografis yang cukup kompleks, mulai dari lokasi kebakaran yang berada jauh di pedalaman, keterbatasan sumber air, hingga karakteristik api lahan gambut yang terus membara di bawah permukaan tanah.
Di samping itu, operasi teknologi modifikasi cuaca atau penyemaian awan belum dapat dijalankan secara optimal akibat ketiadaan potensi awan Kumulonimbus di wilayah yang terdampak.
Hasan menegaskan bahwa pemerintah Malaysia memberikan apresiasi serta mengakui kerja keras pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan seluruh daya upaya di lapangan, sembari berharap penanganan yang efektif dapat terus ditingkatkan demi menekan dampak negatif terhadap kesehatan dan aktivitas warga di kawasan.
Isu Lingkungan Berulang di Asia Tenggara
Persoalan kabut asap lintas batas merupakan isu lingkungan serta geopolitik berulang di kawasan Asia Tenggara yang kerap dipicu oleh fenomena iklim kering seperti El Niño, pembukaan lahan, serta karakteristik ekosistem lahan gambut. Lahan gambut yang terbakar diketahui sangat sulit dipadamkan karena menyimpan deposit bahan organik tebal di bawah tanah yang mampu memicu kepulan asap pekat berbulan-bulan meski permukaan atasnya tampak padam.
Meskipun negara-negara anggota telah memiliki perjanjian khusus terkait kabut asap lintas batas sejak 2002, belum adanya klasifikasi kabut asap sebagai kategori bencana alam dalam kerangka penanggulangan krisis ASEAN sering kali menghambat alokasi dana bantuan darurat, pengerahan personel lintas negara, serta koordinasi teknis secara instan.
Melalui inisiatif baru ini, Malaysia berharap celah regulasi tersebut dapat ditutup sehingga penanganan krisis kabut asap di tingkat regional ke depannya dapat dilakukan secara kolektif, cepat, serta terintegrasi.


