Topik.id — Manchester United dipaksa melakukan perubahan segera pada seragam mereka setelah secara tidak sengaja melanggar regulasi kit Premier League dalam pertandingan melawan Hull City. Para pemain tampil tanpa lencana wajib di lengan, sebuah kesalahan signifikan yang harus segera diperbaiki klub.
Kesalahan ini terjadi pada laga pembuka musim saat Manchester United kalah 0-2 dari Hull City. Klub tersebut memasuki musim tanpa sponsor di lengan kiri setelah kontrak senilai 20 juta poundsterling per tahun dengan DXC Technology berakhir. Berdasarkan Aturan Premier League M.15, klub yang tidak memiliki sponsor komersial di lengan tersebut wajib menampilkan lencana resmi kompetisi di kedua lengan.
Meski demikian, Manchester United diperkirakan akan terhindar dari sanksi formal dari liga. Saat pertandingan, para pemain membiarkan satu sisi lengan sepenuhnya kosong di samping lencana wajib di lengan kanan dan elemen “No Room For Racism”. Berbeda dengan Chelsea, Sunderland, dan Crystal Palace yang menampilkan lambang singa ikonik liga di kedua lengan, United masih mencari mitra komersial baru.
Di sisi lapangan, situasi juga diwarnai kekecewaan. Kapten Bruno Fernandes merefleksikan penampilan buruk timnya, “Di setiap laga tandang kami terlalu sering memberikan bola kepada mereka. Kami harus menekan lebih banyak, lebih agresif, lalu sekali lagi kami perlu membenahi situasi bola mati dan tidak kebobolan gol-gol seperti ini.” Manajer Michael Carrick menambahkan, “Di dalam, kami sangat terpukul. Para pemain tahu kami harus menjadi lebih baik. Kami kalah dalam satu pertandingan dan ini kekalahan yang buruk.”
Manchester United diperkirakan akan menampilkan lencana Premier League dengan benar di kedua lengan seragam saat menghadapi Ipswich di Old Trafford pada pertandingan berikutnya. Carrick dan skuadnya berupaya keras untuk melupakan hasil buruk di laga pembuka sambil memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan liga.
Ikuti Topik.id
