Topik.id — Maria Natalia Londa menandai penampilannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai perjalanan terakhirnya di ajang multievent terbesar Asia. Atlet lompat jangkit Indonesia itu menutup penampilannya di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium dengan finis di posisi kelima.
Meski gagal membawa pulang medali, Maria tetap melihat partisipasinya di Asian Games 2026 sebagai pencapaian yang patut disyukuri. Pada usia 36 tahun, ia masih mampu menembus final dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia dalam nomor lompat jangkit putri.
Maria Londa Finis Kelima di Lompat Jangkit
Maria menempati peringkat kelima dalam final lompat jangkit putri Asian Games 2026. Ia mencatatkan lompatan terbaik sejauh 13,50 meter pada percobaan kedua.
Catatan tersebut sekaligus menjadi season best bagi Maria sepanjang musim ini. Dari enam kesempatan yang tersedia, ia hanya menghasilkan dua lompatan yang dinyatakan sah. Selain 13,50 meter, lompatan sah lainnya tercatat sejauh 13,15 meter pada percobaan kelima.
Hasil tersebut memang belum sesuai dengan target pribadi Maria. Namun, keberhasilannya mencapai babak final menjadi catatan tersendiri mengingat usia dan perjalanan panjangnya sebagai atlet.
Maria mengakui bahwa dirinya cukup puas masih mampu berkompetisi di level Asia pada usia 36 tahun. Ia bahkan menyebut pencapaian tersebut berada di luar perkiraannya sebelum tampil di Asian Games kali ini.
Asian Games 2026 Jadi Last Dance Maria
Setelah pertandingan berakhir, Maria menyebut penampilannya di Aichi-Nagoya sebagai “last dance”. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kesempatan terakhirnya tampil di Asian Games.
Maria belum memberikan kepastian mengenai aktivitasnya setelah Asian Games 2026. Untuk saat ini, ia memilih berkonsentrasi menjaga kondisi tubuh dan kesehatan.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Maria di dunia atletik. Ia telah melewati berbagai kompetisi dan tetap mampu tampil di level tertinggi Asia hingga memasuki usia 36 tahun.
Meski tidak mendapatkan medali pada penampilan terakhirnya di Asian Games, Maria tetap membawa pulang catatan terbaik musim ini melalui lompatan 13,50 meter.
Maria Berharap Atlet Muda Terus Jaga Tradisi Podium
Maria tidak hanya berbicara mengenai hasil pertandingan ketika menyampaikan pernyataannya setelah final. Ia juga menitipkan harapan kepada atlet-atlet Indonesia yang akan meneruskan perjuangan di cabang atletik.
Ia berharap generasi berikutnya dapat mempertahankan tradisi Indonesia untuk bersaing di podium. Target tersebut tidak hanya berlaku pada kompetisi tingkat Asia Tenggara, tetapi juga kejuaraan Asia dan berbagai ajang internasional.
“Besar harapan saya untuk para atlet Indonesia nantinya bisa melanjutkan misi tetap ada di podium, baik itu di kancah ASEAN, Asia, maupun internasional lain,” ujar Maria.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari penutup perjalanan Maria di Asian Games. Ia berharap atlet yang lebih muda dapat melanjutkan perjuangan sekaligus meningkatkan pencapaian Indonesia di masa mendatang.
Sharifa Davronova Raih Medali Emas
Dalam final lompat jangkit putri, medali emas menjadi milik atlet Uzbekistan Sharifa Davronova. Ia mencatatkan lompatan terbaik sejauh 14,35 meter.
Medali perak diraih Huang Yingying dari China dengan jarak 14,12 meter. Sementara itu, Li Yi yang juga berasal dari China mengamankan medali perunggu setelah mencatatkan lompatan 13,83 meter.
Maria berada di posisi kelima dengan 13,50 meter. Hasil tersebut menempatkannya di luar zona medali, tetapi tetap menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya.
Maria Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukung
Setelah menyelesaikan pertandingan, Maria juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada masyarakat Indonesia, keluarga, sahabat, serta para pelatih yang mendampinginya selama menjalani karier sebagai atlet.
Maria mengakui masih ada rasa kecewa karena hasil yang diperoleh belum sesuai dengan target. Namun, ia memilih menerima hasil tersebut dan tetap bersyukur karena mampu mencapai final.
Kini, masa depan Maria di dunia atletik masih belum dipastikan. Ia hanya berharap dapat terus menjaga kesehatan dan kondisi fisiknya setelah menyelesaikan penampilan di Asian Games 2026.
Perjalanan Maria di Aichi-Nagoya pun menjadi penanda sebuah fase penting dalam kariernya. Dari lintasan lompat jangkit, ia meninggalkan pesan agar generasi penerus tetap membawa nama Indonesia ke podium pada kompetisi berikutnya.
