TOPIK.ID — Ajang balap MotoGP Mandalika 2026 sukses menorehkan rekor baru dengan total kunjungan mencapai 157.875 penonton sepanjang tiga hari penyelenggaraan pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak sirkuit kebanggaan Indonesia di Nusa Tenggara Barat ini kembali menggelar ajang balap motor bergengsi dunia tersebut pada 2022.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat serta daya tarik ajang balap internasional yang semakin kuat di Tanah Air. Penyelenggaraan tahun ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian di tingkat daerah.
“Breaking record, 157.000 penonton. Tepuk tangan nih buat semua,” ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan di Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Tren Kenaikan Jumlah Penonton
Berdasarkan catatan dari pihak penyelenggara, jumlah penonton di Sirkuit Mandalika konsisten mengalami peningkatan dari hari ke hari selama akhir pekan penyelenggaraan balapan.
| Hari dan Tanggal | Jumlah Penonton |
|---|---|
| Jumat, 9 Oktober 2026 | 39.510 orang |
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 53.296 orang |
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 65.069 orang |
Jumlah total 157.875 penonton pada tahun ini mencatatkan pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan pelaksanaan pada musim-musim sebelumnya.
| Tahun Penyelenggaraan | Total Penonton |
|---|---|
| 2022 | 102.801 orang |
| 2023 | 102.929 orang |
| 2024 | 121.252 orang |
| 2025 | 140.324 orang |
| 2026 | 157.875 orang |
Lonjakan penonton pada perhelatan 2026 ini memperlihatkan tambahan sebanyak 17.551 orang atau mengalami kenaikan sekitar 12,5% dari tahun sebelumnya.
Kepastian Kontrak 2027
Di tengah keberhasilan menorehkan rekor penonton, kelanjutan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika untuk musim 2027 masih belum dapat dipastikan. Pemerintah berencana melaporkan evaluasi dan hasil sukses perhelatan tahun ini kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Belum tahu, nanti kita ngobrol dulu, kita laporkan bahwa yang tahun ini sukses, jadi kita serahkan ke Bapak Presiden,” ujar Erick.
Pemerintah berharap penataan ajang yang semakin baik dapat menjadi bahan pertimbangan positif untuk mempertahankan status Indonesia sebagai tuan rumah ajang balap kelas dunia tersebut. Selain membahas sektor pariwisata, pihak kementerian turut mengapresiasi keberhasilan pembalap Indonesia yang sukses mengamankan poin dalam kompetisi ini serta laporan terkait penurunan angka kemiskinan di wilayah Nusa Tenggara Barat.


