— Kabar mengenai dukungan DLSS 5 untuk kartu grafis generasi sebelumnya membawa angin segar bagi pemilik GeForce RTX 40 Series. NVIDIA memastikan teknologi neural rendering terbarunya tidak akan selamanya eksklusif untuk RTX 50 Series, meski implementasinya pada generasi tersebut harus menunggu proses optimasi diselesaikan.

Ketika pertama kali diperkenalkan, DLSS 5 memang diposisikan sebagai teknologi yang membutuhkan kemampuan komputasi GPU sangat besar. Karena itu, NVIDIA awalnya hanya menyebut GeForce RTX 50 Series sebagai platform yang dapat menjalankan teknologi tersebut. Kini, cakupan dukungan mulai diperluas, meski belum ada jadwal pasti kapan pengguna RTX 40 dapat mencobanya.

NVIDIA Siapkan DLSS 5 untuk RTX 40 Series

Konfirmasi mengenai rencana tersebut dilaporkan melalui Wccftech. NVIDIA disebut akan membawa DLSS 5 ke GeForce RTX 40 Series setelah rangkaian optimasi yang saat ini difokuskan pada RTX 50 Series selesai.

Artinya, pemilik RTX 40 Series masih harus bersabar. Teknologi tersebut tidak akan langsung tersedia bersamaan dengan implementasi DLSS 5 pada kartu grafis RTX 50 Series.

NVIDIA juga belum memberikan informasi lebih terperinci mengenai kapan dukungan untuk RTX 40 akan dirilis. Waktu implementasinya kemungkinan sangat bergantung pada sejauh mana perusahaan mampu menekan kebutuhan sumber daya neural rendering tanpa mengorbankan kualitas visual maupun performa.

Bagi gamer yang sudah menggunakan RTX 40 Series, kabar ini tentu cukup penting. Mereka memiliki peluang menikmati teknologi grafis terbaru NVIDIA tanpa harus langsung mengganti kartu grafis ke generasi yang lebih baru.

DLSS 5 Membawa Pendekatan Berbeda

DLSS 5 tidak sekadar melanjutkan konsep upscaling yang menjadi fondasi teknologi DLSS sebelumnya. NVIDIA memperkenalkan pendekatan yang jauh lebih agresif melalui 3D-guided Neural Rendering.

Teknologi tersebut memanfaatkan model AI untuk membantu menghasilkan berbagai elemen visual setelah proses rendering tradisional berlangsung. Neural rendering dapat digunakan untuk meningkatkan representasi pencahayaan, material, kulit, rambut, hingga detail objek di dalam game.

Pendekatan tersebut membuat DLSS 5 memiliki peran yang lebih besar dalam proses pembentukan gambar akhir. Jika teknologi upscaling pada generasi sebelumnya terutama berfokus menghasilkan resolusi gambar yang lebih tinggi dari input yang tersedia, DLSS 5 mencoba menggunakan AI untuk membangun kembali detail visual dengan cara yang lebih kompleks.

Konsekuensinya, kebutuhan terhadap kemampuan GPU juga ikut meningkat.

NBA 2K27 Menjadi Salah Satu Penerapan Awal

Teknologi neural rendering tersebut mulai diperlihatkan secara lebih nyata melalui sejumlah demonstrasi dan implementasi game. Salah satu judul yang telah mengadopsi DLSS 5 adalah NBA 2K27, yang dirilis pada 3 September 2026.

NVIDIA juga telah memperlihatkan teknologi tersebut melalui beberapa game lainnya. Demonstrasi yang ditampilkan memperlihatkan peningkatan kualitas visual yang cukup signifikan, terutama pada detail karakter dan material.

Namun, kualitas tersebut datang bersama kebutuhan komputasi yang lebih tinggi. Neural rendering tidak hanya membutuhkan proses untuk menghasilkan gambar, tetapi juga menjalankan model AI dalam rangkaian rendering.

Inilah yang kemudian menjadi tantangan utama ketika NVIDIA ingin membawa DLSS 5 ke perangkat keras RTX 40 Series.

Tantangan Terbesar Ada pada KKeseimbangan Performa

Keputusan NVIDIA memperluas DLSS 5 ke RTX 40 Series pada akhirnya akan sangat bergantung pada hasil optimasi. Perusahaan perlu menemukan titik keseimbangan agar peningkatan visual tidak justru membuat frame rate turun terlalu jauh.

RTX 40 Series memang memiliki Tensor Cores yang mendukung berbagai fitur berbasis AI, tetapi DLSS 5 dirancang dengan tuntutan pemrosesan yang lebih berat dibandingkan teknologi DLSS sebelumnya.

Karena itu, pengalaman pengguna RTX 40 nantinya belum tentu identik dengan apa yang ditawarkan RTX 50. Bisa saja NVIDIA menerapkan konfigurasi, kualitas, atau batasan tertentu untuk menjaga performa tetap berada pada tingkat yang dapat diterima.

Meski demikian, dukungan tersebut tetap menjadi kabar positif. RTX 40 Series memiliki basis pengguna yang lebih luas dan secara harga berada di bawah generasi terbaru.

Pemilik RTX 40 Tak Harus Buru-buru Melakukan Upgrade

Jika optimasi NVIDIA berhasil, DLSS 5 dapat memperpanjang relevansi RTX 40 Series dalam ekosistem gaming berbasis AI. Gamer yang sudah memiliki kartu grafis tersebut memiliki opsi untuk mendapatkan teknologi visual terbaru tanpa harus langsung mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli RTX 50 Series.

Namun, hasil akhirnya masih perlu menunggu implementasi resmi. Dukungan perangkat keras saja belum cukup untuk menentukan pengalaman penggunaan karena performa DLSS 5 juga akan dipengaruhi game, resolusi, pengaturan grafis, serta optimasi masing-masing judul.

NVIDIA hingga kini baru memastikan arah pengembangan dukungan tersebut, sementara waktu peluncurannya untuk RTX 40 Series masih menunggu informasi berikutnya.

Jika neural rendering dapat berjalan secara efisien pada RTX 40, keputusan NVIDIA ini berpotensi menjadi salah satu kabar paling menarik bagi gamer yang belum berencana berpindah ke generasi GPU terbaru.