— Rencana peluncuran sistem perlindungan sosial (perlinsos) digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dijadwalkan pada Oktober hingga November 2026. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan dirinya sebagai ketua komite percepatan digitalisasi bantuan perlinsos dan meminta agar sistem ini segera diimplementasikan.

Menurut Luhut, target peluncuran awal adalah pada minggu ketiga Oktober 2026. Ia berharap pada saat itu, sekitar 80% proses uji coba telah terselesaikan. Salah satu tantangan teknis yang dihadapi adalah proses pendataan dan pengelompokan penerima bantuan berdasarkan desil.

“Kami tadi sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai. Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan, “Dan saya berharap pada waktu presiden roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius. Jadi ini sebenarnya tadi kami sepakat mengusulkan pada presiden Gerakan Nasional Perlinsos.”

Perubahan Penyaluran Bantuan

Dengan penerapan sistem baru ini, penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah akan beralih dari bentuk barang menjadi transfer tunai langsung ke rekening penerima. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan keadilan dalam distribusi bantuan.

“Nah, presiden kemarin juga kebetulan sudah berikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat,” jelas Luhut.

Jangkauan dan Kebutuhan Penerima

Program pembuatan rekening bank gratis yang akan difokuskan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini ditujukan untuk menyasar sekitar 50 juta masyarakat termiskin di Indonesia.

“Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan,” papar Luhut.

Dana bansos yang ditransfer nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan hidup penerima, mencakup pembayaran tagihan listrik, pembelian beras, hingga bahan bakar minyak (bensin).

Luhut juga menyampaikan adanya pertimbangan untuk menggunakan sistem kupon guna mencegah penyalahgunaan dana, seperti untuk judi online. “Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan,” katanya.