TOPIK.ID — PT Pertamina EP Jatibarang Field menyalurkan kompensasi kepada 808 warga Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang terdampak kebocoran pipa saluran sumur BDA 004. Insiden yang terjadi sejak 30 September 2026 itu masih dalam tahap penanganan, sementara kondisi semburan dilaporkan mulai berkurang dibandingkan saat awal kejadian.
Pemberian kompensasi dilakukan setelah adanya pembahasan bersama antara Pertamina, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga selama proses penanggulangan berlangsung, termasuk kebutuhan konsumsi, kesehatan, hingga kerugian terhadap sejumlah objek yang terdampak.
Kondisi Semburan Pipa Mulai Menurun
Kasi Trantibum Kecamatan Tukdana, Darto, mengatakan kondisi semburan dari pipa BDA 004 kini tidak lagi sekuat ketika insiden pertama terjadi. Meski demikian, pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan terhadap kawasan yang berada di sekitar lokasi kebocoran.
Menurut Darto, bau gas masih dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat. Intensitas bau tersebut dipengaruhi oleh arah angin yang berubah-ubah sehingga kondisi di permukiman warga dapat berbeda pada waktu tertentu.
Pemerintah daerah juga memastikan pengawasan tetap dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat selama proses penanganan teknis terhadap pipa berlangsung.
Kompensasi Disalurkan Setelah Pendataan
Darto menjelaskan bahwa pemberian kompensasi dilakukan melalui tahapan pendataan dan verifikasi. Pemeriksaan tersebut mencakup masyarakat serta berbagai objek yang mengalami dampak akibat kebocoran.
Selain dampak langsung, kompensasi juga memperhitungkan gangguan yang dirasakan warga akibat suara bising dan bau gas. Pertamina turut menyediakan kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan, termasuk makanan yang diberikan tiga kali sehari.
Bantuan lain berupa pembagian masker serta layanan kesehatan juga disiapkan bagi warga. Sementara itu, kerugian terhadap tanaman, hewan ternak, rumah, dan fasilitas umum yang telah terverifikasi turut masuk dalam skema penggantian.
Tiga Wilayah Permukiman Terdampak
Pemerintah Desa Pagedangan mencatat sebanyak 808 warga terdampak tersebar di tiga wilayah permukiman. Rinciannya, RT 01 mencatat 163 jiwa, RT 02 sebanyak 301 jiwa, sedangkan RT 07 mencapai 344 jiwa.
Sekretaris Desa Pagedangan, Ade, mengatakan situasi di lingkungan warga mulai membaik karena suara bising yang sebelumnya muncul kini telah mereda. Namun, bau gas masih sesekali tercium sehingga sebagian masyarakat memilih tetap menggunakan masker.
Evakuasi tidak dilakukan terhadap seluruh penduduk. Pemerintah memprioritaskan warga yang masuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu. Mereka untuk sementara tinggal di rumah kerabat guna mengurangi risiko selama kondisi belum sepenuhnya normal.
Kebutuhan Warga Masih Ditanggung Pertamina
Ade menyampaikan bahwa kesepakatan mengenai pemenuhan kebutuhan masyarakat akan terus berlaku selama proses penanganan kebocoran belum dinyatakan selesai. Pertamina masih menanggung kebutuhan konsumsi harian warga yang terdampak serta layanan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak yang dilakukan setelah proses pendataan dan musyawarah bersama masyarakat. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Masyarakat Pagedangan berharap perbaikan teknis terhadap pipa BDA 004 dapat segera diselesaikan secara menyeluruh. Meski tingkat kebisingan telah berkurang, keberadaan bau gas yang masih muncul menjadi perhatian warga hingga proses penanganan dinyatakan tuntas.
