Nama Daijiro Chirino kembali menjadi perbincangan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia setelah bek UD Almeria tersebut dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia. Pemain yang berkarier di kasta kedua Liga Spanyol itu memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga ibunya yang berasal dari Maluku.
Chirino saat ini memperkuat UD Almeria di kompetisi LaLiga 2 musim 2026/2027. Pemain berusia 24 tahun tersebut berposisi sebagai bek kanan, tetapi juga mampu dimainkan sebagai bek tengah.
Namanya kembali mendapat perhatian setelah menyukai unggahan akun Instagram @timnasdiasporaa yang membahas peluangnya membela Timnas Indonesia. Aktivitas tersebut ramai dibicarakan pada pertengahan Oktober 2026, meskipun belum menjadi konfirmasi mengenai proses naturalisasinya.
Lantas, siapa sebenarnya Daijiro Chirino dan dari mana asal darah Indonesianya?
Profil dan biodata Daijiro Chirino
Daijiro Florencio Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Ia memiliki latar belakang keluarga multikultural dengan garis keturunan Indonesia, Curaçao, dan Belanda.
Pemain bertinggi 185 sentimeter tersebut merupakan pesepak bola berkaki dominan kanan. Posisi utamanya adalah bek kanan, sedangkan bek tengah menjadi posisi alternatifnya.
Berikut biodata Daijiro Chirino:
| Keterangan | Biodata |
|---|---|
| Nama lengkap | Daijiro Florencio Chirino |
| Tanggal lahir | 24 Januari 2002 |
| Tempat lahir | Zwolle, Belanda |
| Usia | 24 tahun |
| Tinggi badan | 185 cm |
| Kewarganegaraan | Belanda dan Curaçao |
| Keturunan | Indonesia (Maluku) |
| Posisi | Bek kanan, bek tengah |
| Kaki dominan | Kanan |
| Klub | UD Almeria |
| Nomor punggung | 22 |
| Kompetisi | LaLiga 2 Spanyol |
| Kontrak | Hingga 30 Juni 2030 |
Asal-usul keturunan Indonesia Daijiro Chirino
Darah Indonesia yang dimiliki Daijiro Chirino berasal dari garis keluarga ibunya. Kakeknya disebut berasal dari Saparua, sedangkan neneknya berasal dari Ihamahu, Maluku Tengah.
Ia juga dilaporkan masih memiliki kerabat yang menetap di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Ambon dan Jakarta. Sementara dari pihak ayah, Chirino memiliki garis keturunan Curaçao, wilayah Karibia yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda.
Latar belakang keluarga tersebut membuat Chirino masuk dalam pembicaraan mengenai pemain diaspora yang dapat dipertimbangkan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Meski memiliki keturunan Indonesia, Chirino tidak otomatis memenuhi seluruh persyaratan untuk membela skuad Garuda. Kelayakannya tetap bergantung pada pembuktian dokumen keluarga, proses kewarganegaraan, dan ketentuan FIFA mengenai pergantian asosiasi sepak bola.
Perjalanan karier Daijiro Chirino di Eropa
Karier sepak bola Daijiro Chirino berkembang melalui sistem pembinaan usia muda di Belanda. Ia pernah memperkuat ASC Waterwijk sebelum melanjutkan pendidikan sepak bolanya bersama akademi PEC Zwolle pada 2014.
Bersama PEC Zwolle, Chirino menjalani proses pembinaan hingga memperoleh kontrak profesional pertamanya pada 2019. Ia kemudian mendapatkan kesempatan tampil bersama tim senior klub tersebut pada kompetisi Eerste Divisie musim 2022/2023.
Salah satu pencapaiannya bersama PEC Zwolle adalah mencetak gol ketika menghadapi TOP Oss dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 5-0.
Setelah mendapatkan pengalaman di kompetisi profesional Belanda, Chirino memutuskan melanjutkan karier ke Spanyol dengan bergabung bersama CD Castellón pada 31 Agustus 2023.
Bersama Castellón, ia turut membantu klub tersebut mendapatkan promosi dari kasta ketiga menuju divisi kedua Liga Spanyol. Penampilannya di sektor pertahanan kemudian menarik perhatian UD Almeria.
Pada 6 Juli 2025, Chirino resmi bergabung dengan Almeria melalui kontrak berdurasi lima tahun hingga Juni 2030.
Kepindahan tersebut menjadi kelanjutan kariernya di sepak bola Spanyol setelah sebelumnya menghabiskan dua musim bersama Castellón.
Statistik Daijiro Chirino musim 2026/2027
Daijiro Chirino masih menjadi bagian dari skuad UD Almeria pada musim 2026/2027. Berdasarkan statistik yang ditampilkan situs resmi klub, ia telah mencatatkan delapan penampilan di kompetisi liga dengan kontribusi satu gol.
Pemain tersebut juga membukukan 448 menit bermain serta akurasi operan mencapai 85 persen. Dari sisi pertahanan, Chirino tercatat melakukan 17 pemulihan penguasaan bola dan tujuh tekel sukses.
Namun, pada pertandingan menghadapi Real Sociedad B, 17 Oktober 2026, Chirino mengalami masalah pada pergelangan kaki dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-29.
Pelatih UD Almeria, García Pimienta, berharap cedera yang dialami pemain keturunan Indonesia itu tidak serius. Klub kemudian menjadwalkan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi cederanya.
Pernah memperkuat Timnas Belanda kelompok umur
Sebelum namanya dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Chirino telah mempunyai pengalaman di level sepak bola internasional kelompok umur.
Ia pernah mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional junior Belanda pada 2019. Selain itu, Chirino juga sempat menerima panggilan Timnas Curaçao untuk pertandingan persahabatan pada Juni 2023, tetapi tidak mendapatkan menit bermain.
Riwayat tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan peluang Chirino membela Indonesia. Status penampilannya bersama tim nasional sebelumnya perlu diperiksa untuk memastikan persyaratan perpindahan asosiasi sesuai regulasi FIFA.
Peluang Daijiro Chirino membela Timnas Indonesia
Latar belakang keturunan Maluku membuat Daijiro Chirino kembali dikaitkan dengan peluang membela Timnas Indonesia. Terlebih, pemain berusia 24 tahun tersebut memiliki pengalaman bermain secara reguler di kompetisi Eropa.
Posisi bek kanan yang menjadi spesialisasinya juga relevan dengan kebutuhan kedalaman skuad Garuda. Selain mengisi sisi kanan pertahanan, fleksibilitas Chirino memungkinkan dirinya dimainkan sebagai bek tengah.
Meski begitu, hingga 23 Oktober 2026 belum ada pengumuman resmi dari PSSI mengenai proses naturalisasi Daijiro Chirino.
Responsnya terhadap unggahan media sosial yang membahas Timnas Indonesia juga belum dapat dijadikan kepastian bahwa sang pemain telah menyetujui proses pergantian kewarganegaraan.
Dengan kontrak bersama UD Almeria hingga 2030, Chirino masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan kariernya di sepak bola Spanyol. Sementara peluang membela Timnas Indonesia tetap bergantung pada keputusan pemain, verifikasi garis keturunan, serta proses administrasi yang berlaku.









