Topik.id — Prospek bisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dinilai semakin solid, didorong oleh pemulihan harga ayam broiler serta menguatnya kontribusi dari bisnis pakan dan pengolahan unggas. Kondisi ini membuat MNC Sekuritas menetapkan target harga baru saham JPFA dengan potensi keuntungan mencapai 68%.
Analis MNC Sekuritas, Raka Junico W, menyatakan bahwa kinerja Japfa pada semester I-2026 telah melampaui ekspektasi. Laba bersih perseroan melonjak 100,2% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 2,5 triliun. Angka ini berada di atas ekspektasi MNC Sekuritas dan konsensus pasar, dengan realisasi laba bersih semester I telah mencapai 53,2% dan 58,5% dari estimasi tahun 2026.
Meski laba bersih pada kuartal II-2026 tercatat Rp 659 miliar, yang turun 63,7% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq), namun angka tersebut tetap meningkat 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Faktor pendukung utama prospek Japfa adalah pemulihan harga ayam broiler pada Agustus 2026. Rata-rata harga ayam broiler bulan ini mencapai Rp 24.300 per kilogram (kg), melonjak 26% dibandingkan rata-rata Juli 2026 yang sebesar Rp 19.300 per kg. Analisis data historis lima tahun menunjukkan harga ayam broiler cenderung meningkat sekitar 8% antara September hingga Desember, didukung oleh permintaan musim perayaan dan pemantauan penyerapan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).
Bisnis Pakan dan Pengolahan Unggas Menopang Kinerja
Selain harga ayam broiler, bisnis pakan dan pengolahan unggas semakin berperan sebagai penyangga struktural kinerja JPFA. Kontribusi bisnis pakan terhadap pendapatan Japfa pada semester I-2026 mencapai 27,8%, naik dari 25,5% pada semester I-2025. Margin bisnis pakan juga membaik menjadi 21,2%, lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 19,2%.
Penguatan juga terlihat pada bisnis pengolahan unggas. Kontribusi pendapatan dari segmen ini mencapai 17,3% pada semester I-2026, melampaui rata-rata tiga tahun yang sebesar 15,5%. Margin bisnis pengolahan unggas meningkat menjadi 5,6%, dari rata-rata tiga tahun di level 3,4%. Perbaikan kontribusi dan margin dari kedua lini usaha ini menjadikan bisnis pakan dan pengolahan unggas semakin penting dalam menopang kinerja JPFA.
Dengan mempertimbangkan prospek yang positif ini, MNC Sekuritas kembali mempertahankan rekomendasi buy untuk saham Japfa (JPFA). Target harga saham dinaikkan menjadi Rp 3.600, mencerminkan potensi keuntungan hingga 68%. Target harga tersebut menyiratkan price to earnings ratio (P/E) sebesar 8,3 kali berdasarkan estimasi tahun 2026 dan price to book value (P/BV) mencapai 1,8 kali.
Ikuti Topik.id
