Topik.id — Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (26/8/2026). Hingga pukul 10.07 WIB, saham bank milik negara ini diperdagangkan di level Rp3.150 per lembar, turun 0,94% atau Rp30 dari penutupan sebelumnya di Rp3.180.
Pada perdagangan intraday, BBRI dibuka di Rp3.170 dan sempat menyentuh harga tertinggi di level yang sama. Namun, tekanan jual menyebabkan harga anjlok ke level terendah harian Rp3.110 sebelum sedikit berbalik dan stabil di kisaran Rp3.150 hingga Rp3.160 pada pertengahan sesi pagi.
Pergerakan harga saham BBRI menunjukkan pola seperti huruf “V” di awal sesi. Setelah sempat anjlok tajam dari harga pembukaan ke titik terendah, harga kemudian berangsur naik dengan sedikit fluktuasi sebelum bergerak mendatar.
Data Kunci Fundamental BBRI
Berikut adalah data kunci fundamental saham BBRI per 26 Agustus 2026, pukul 10.07 WIB:
- Harga saat ini: Rp3.150
- Perubahan: -0,94% (-Rp30)
- Pembukaan: Rp3.170
- Tertinggi hari ini: Rp3.170
- Terendah hari ini: Rp3.110
- Kapitalisasi pasar: Rp474,14 triliun
- Rasio P/E: 8,14x
- Yield dividen: 10,95%
- Jumlah dividen triwulan terakhir: Rp86,50/saham
- Level tertinggi 52 minggu: Rp4.270
- Level terendah 52 minggu: Rp2.540
Konteks Pasar dan Aliran Dana Asing
Koreksi yang terjadi hari ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat sejak awal pekan. Pada Senin (24/8), BBRI menjadi saham dengan koreksi terdalam di antara empat bank besar (Big 4 Banks). Saham ini dibuka di Rp3.230, sempat mencapai Rp3.240, sebelum akhirnya ditutup di Rp3.180.
Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta saham-saham perbankan besar lainnya seperti BBNI, BBCA, dan BMRI. Dalam beberapa hari terakhir, aliran dana asing menunjukkan pola yang beragam. BBRI sempat menjadi saham yang paling banyak dilepas asing di satu sesi, namun di sesi lain justru menjadi incaran investor asing.
Valuasi dan Daya Tarik Dividen
Meskipun mengalami tekanan harga, valuasi BBRI saat ini tergolong murah dengan rasio P/E sebesar 8,14x. Yield dividen yang mencapai 10,95% tetap menjadi daya tarik utama bagi investor yang mencari pendapatan pasif. Bank BRI memiliki rekam jejak pembayaran dividen yang konsisten selama puluhan tahun.
Dengan harga saham yang saat ini berada jauh di bawah titik tertinggi 52 minggu (Rp4.270) namun masih di atas titik terendah 52 minggu (Rp2.540), pergerakan BBRI ke depan akan menjadi perhatian pelaku pasar. Hal ini terutama menjelang rilis laporan keuangan berikutnya.
Ikuti Topik.id
