— Video seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial. Konten tersebut dinilai berkaitan dengan korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut merespons video tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (20/9/2026), Gibran menyayangkan pernyataan pegawai SPPG itu dan mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap aman, ramah, serta tidak menjadi tempat perundungan terhadap anak.

Video Karyawan SPPG Bantul Jadi Sorotan

Video yang beredar memperlihatkan seorang pria bernama Gerardus Permanaditya sedang mengonsumsi ayam katsu. Dalam konten tersebut, terdapat guyonan mengenai hilang ingatan yang kemudian dikaitkan publik dengan kondisi korban dugaan keracunan MBG di Karo.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa pria dalam video tersebut merupakan pegawai SPPG di Dlingo, Bantul. Ia disebut menjabat sebagai pengawas keuangan.

Pihak BGN DIY sebelumnya menyatakan telah memberikan teguran kepada SPPG dan pegawai yang bersangkutan. Klarifikasi juga dilakukan untuk mengetahui konteks pembuatan video yang kemudian menjadi viral.

Kasus tersebut mendapat perhatian karena konten muncul ketika isu dugaan keracunan MBG dan kondisi sejumlah siswa yang menjalani perawatan masih menjadi perhatian publik.

Gibran Soroti Pentingnya Empati

Gibran kemudian memberikan tanggapan melalui media sosial. Ia menyebut pernyataan dari oknum SPPG tersebut sangat disayangkan dan mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman serta ramah.

Image

Menurut Gibran, anak-anak tidak seharusnya menjadi sasaran perundungan. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan informasi mengenai kondisi dua siswi asal Karo yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Dua siswi tersebut, yakni Agnesia Paruliana Silitonga dan Febiona Purba, telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan. Gibran menyampaikan keduanya dinyatakan dalam kondisi baik dan akan kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo.

Pegawai SPPG Berikan Klarifikasi

Gerardus kemudian menyampaikan klarifikasi mengenai video yang dibuatnya. Ia menyebut konten tersebut dibuat untuk hiburan ketika dirinya sedang menyantap ayam katsu sisa makanan sebelumnya yang menurutnya masih layak dikonsumsi.

Ia juga menyatakan tidak bermaksud menyinggung program MBG maupun korban dugaan keracunan di Sumatera Utara. Namun, isi video tersebut telanjur menyebar luas dan memunculkan berbagai respons dari masyarakat.

Sebelum klarifikasi tersebut, BGN DIY menyatakan telah meminta pegawai dan pihak SPPG terkait memberikan penjelasan mengenai konten yang dibuat.

BGN Berikan Sanksi kepada Karyawan

Perkembangan terbaru menunjukkan penanganan terhadap pegawai tersebut berlanjut. Pada Senin (21/9/2026), BGN DIY menyatakan Gerardus telah diberhentikan setelah penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

BGN juga mengingatkan jajaran SPPG agar berhati-hati menggunakan media sosial. Lembaga tersebut menekankan bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga etika, empati, sensitivitas, serta tanggung jawab dalam berkomunikasi.

Dengan adanya sanksi tersebut, kasus video viral karyawan SPPG Bantul kini masuk dalam tahap penanganan internal. Sementara itu, perhatian terhadap kondisi para siswa yang sebelumnya diduga menjadi korban keracunan MBG tetap menjadi bagian dari isu yang melatarbelakangi munculnya polemik tersebut.