— Xavi Hernandez diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru Timnas Belanda pada Selasa (25/8/2026) di markas Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) di Zeist. Penunjukan ini dilakukan dua pekan setelah pengumuman resminya, menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri pasca tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pelatih asal Spanyol ini menjadi pelatih asing pertama yang menukangi Timnas Belanda dalam kurun waktu hampir setengah abad terakhir, sejak Ernst Happel. Penunjukannya bukan karena ketiadaan pelatih lokal yang kompeten, melainkan karena sejumlah kandidat utama yang didekati KNVB tidak tersedia.

Sebelum Xavi, KNVB telah mencoba mendekati beberapa nama pelatih lokal seperti Arne Slot dan Michael Reiziger, namun tidak berhasil mencapai kesepakatan. Arne Slot, misalnya, menolak tawaran tersebut karena ingin fokus pada kariernya di level klub. Sementara itu, kandidat internasional seperti Pep Guardiola juga tidak dapat menerima posisi tersebut karena sedang mengambil masa rehat.

Menanggapi statusnya yang bukan menjadi pilihan utama, Xavi menyatakan tidak mempermasalahkannya. “Yah, itu bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kami… naik podium. Saya tidak peduli,” ujarnya, dikutip dari ESPN.

Xavi memiliki pemahaman mendalam tentang gaya sepak bola Belanda. Pengalamannya dilatih oleh Louis van Gaal dan Frank Rijkaard semasa bermain di Barcelona, serta filosofi permainan klub Catalan yang kental dengan didikan Johan Cruyff, memberinya bekal yang kuat.

Ia bertekad untuk mengembalikan filosofi ikonik “Total Football” ke dalam permainan Timnas Belanda. Belakangan ini, permainan Oranje dinilai mulai kehilangan jati dirinya akibat berbagai adaptasi yang dilakukan. “Kami ingin mendominasi laga, mengambil inisiatif dengan bola,” jelas Xavi.

Lebih lanjut, Xavi menekankan pentingnya semangat dan ambisi dalam tim. “Dan pada saat yang sama, tujuan kami adalah memperlihatkan kepada semua orang sebuah tim yang memiliki semangat, hasrat, dan ambisi.” Ia menambahkan, “Kami akan mencoba mengubah beberapa hal. Kebiasaan-kebiasaan baik, energi baru. Kami akan bekerja dengan semangat, ambisi, dan hasrat agar masyarakat Belanda, 18 juta penduduknya, merasa bangga terhadap tim kami.”