Petakan masa depan, Indonesia desak ASEAN ambil keputusan berani

Hardi Muttaqin

ASEAN harus siap mengambil keputusan yang berani. Perbedaan antar anggota tidak boleh menghambat kemajuan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi | foto: @asean2023.id
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan para pemimpin negara-negara ASEAN yang akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (5/9/2023) pagi.

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi terlihat menyambut, menyalami, dan berfoto dengan para pemimpin ASEAN beserta pendamping di lobi utama JCC. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutarakan ASEAN harus siap mengambil keputusan yang berani. Perbedaan antar anggota tidak boleh menghambat kemajuan anggota ASEAN, hal itu diungkapkan Menteri Retno dalam keterangan tertulisnya, usai pembukaan Pertemuan Dewan Koordinasi ASEAN (ACC) ke-34 di Jakarta, Senin (4/9/2023).

Pertemuan ACC ke-34 ini merupakan bagian dari KTT ASEAN ke-43 di Jakarta pada 5-7 September 2023. Menlu Retno mengatakan penting bagi ACC untuk dapat merekomendasikan tindakan terbaik dalam pertemuan para pemimpin ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (5/9/2023) pagi ini.
"Dalam KTT ini kita akan mengambil banyak keputusan penting yang akan memetakan masa depan ASEAN sebagai komunitas dan institusi," tegas Menteri Retno dalam keterangan tertulisnya di laman resmi asean2023.id, Selasa (5/9/2023).
Hal ini mencakup langkah-langkah untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam krisis dan keadaan darurat, serta langkah-langkah untuk meningkatkan kapasitas ASEAN dalam menanggapi tantangan-tantangan yang muncul di kawasan.

Retno menambahkan, ASEAN berada di persimpangan jalan dan kredibilitas serta relevansi ASEAN dipertaruhkan. 

"Kemajuan ASEAN tergantung pada anggotanya," tegas Retno kembali.

Lanjutnya, ini merupakan tanggung jawab Dewan Koordinasi ASEAN (ACC) untuk mengawasi pengembangan dan implementasi dokumen-dokumen yang ditugaskan oleh para pemimpin ASEAN.

Dokumen tersebut harus meminta masukan dan persetujuan lintas pilar dari tiga Dewan Komunitas ASEAN, yaitu Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC), dan Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC) sebelum diserahkan kepada para pemimpin ASEAN.

KTT ASEAN ke-43 yang dipimpin oleh Indonesia mengusung tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth" Tema ini menunjukkan bahwa Indonesia mengharapkan ASEAN menjadi relevan dan signifikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks