![]() |
| Sundar Pichai | topik.id |
CEO Google Sundar Pichai menegaskan bahwa pengembangan fitur kecerdasan buatan terbaru perusahaan akan tetap menempatkan privasi pengguna sebagai prioritas utama. Melalui konsep personal intelligence pada Gemini, Google ingin menghadirkan AI yang lebih personal tanpa mengorbankan keamanan data.
Google memamerkan arah baru pengembangan AI dengan menjadikan Gemini sebagai asisten yang mampu memahami konteks personal pengguna. Fitur ini memungkinkan kecerdasan buatan bekerja lebih dekat dengan kebiasaan, kebutuhan, dan situasi pengguna dalam kehidupan sehari-hari.
"Menanggapi permintaan utama dari pengguna kami, kami memperkenalkan Kecerdasan Pribadi di @GeminiApp. Kini Anda dapat terhubung dengan aman ke aplikasi Google untuk pengalaman yang lebih bermanfaat," tulis Sundar Pichai di akun X pribadinya, seperti dikutip topik.id, Kamis (15/1/2026).
Konsep personal intelligence menandai pergeseran peran AI dari sekadar alat pencari jawaban menjadi asisten yang benar-benar kontekstual. Google ingin Gemini mampu membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan informasi personal yang relevan secara real time.
Dalam pengumuman resminya, Google menjelaskan bahwa personal intelligence menghubungkan berbagai aplikasi seperti Gmail dan Google Photos secara aman. Pengguna memiliki kendali penuh atas aplikasi mana yang ingin dihubungkan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan Gemini.
"Personal Intelligence menggabungkan dua kekuatan inti: penalaran lintas sumber yang kompleks dan pengambilan detail spesifik, misalnya dari email atau foto, untuk memberikan jawaban yang disesuaikan secara unik," ungkap Pichai.
Google mencontohkan bagaimana fitur ini bekerja dalam situasi sehari-hari, seperti membantu pengguna di bengkel ban atau saat merencanakan perjalanan. Dengan menggabungkan data lintas aplikasi, Gemini dapat memberikan rekomendasi yang lebih relevan dan tepat sasaran.
Peluncuran Personal Intelligence menjadi bagian dari strategi Google untuk bersaing di ranah AI generatif. Personalisasi diposisikan sebagai keunggulan utama, dengan tujuan menjadikan AI tidak hanya memahami dunia, tetapi juga memahami penggunanya.
Meski demikian, Google belum mengonfirmasi apakah konsep personal intelligence akan diterapkan pada ekosistem lain seperti Apple. Padahal, diketahui Google dan Apple tengah menjalin kolaborasi strategis di sejumlah lini teknologi.
"Fitur ini dibangun dengan mengutamakan privasi. Anda memilih aplikasi mana yang ingin dihubungkan, dan pengaturan aplikasi yang terhubung ini dinonaktifkan secara default," tutup Pichai.
Google menyatakan bahwa akses awal Personal Intelligence akan diluncurkan secara bertahap untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat. Ke depan, perusahaan berencana memperluas fitur ini ke lebih banyak negara dan membuka akses bagi pengguna gratis.
.png.webp)