Sundar Pichai: 90% unicorn gen AI pelanggan Google Cloud

Hendrik Syahputra

Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran teknologi AI telah mengubah industri, merevolusi cara bisnis beroperasi, membuat keputusan dan berinteraksi.

Sundar Pichai | CEO Google
Google Cloud, di bawah kepemimpinan CEO Sundar Pichai, telah mendorong lonjakan pesat dalam basis pelanggannya, dengan 90% dari mereka merangkul kekuatan transformasional kecerdasan buatan (AI). 

Lonjakan ini menandai momen penting dalam evolusi komputasi awan, di mana solusi yang didorong oleh AI bukanlah hanya pilihan tetapi kebutuhan bagi bisnis yang berusaha untuk tetap unggul dalam lanskap yang semakin kompetitif.
"Google dibangun di awan. Selama beberapa tahun terakhir, kami fokus pada pengembangan bisnis Cloud untuk menghadirkan alat, terobosan, dan infrastruktur komputasi terbaik kami guna membantu pihak lain membangun dan mentransformasikan bisnis mereka. Kami telah melihat momentum luar biasa dalam bisnis Cloud sejak saat itu. Pada Q4, Cloud mencapai tingkat pendapatan tahunan sebesar $36 miliar — lima kali lipat tingkat pendapatan kami lima tahun lalu," ungkap Sundar Pichai di laman resmi Google baru-baru ini.
Lanjutnya, salah satu alasan mengapa Cloud menunjukkan begitu banyak kemajuan adalah investasi besar Google pada AI. Pihaknya sudah lama mengetahui bahwa AI akan menjadi teknologi berikutnya yang akan mentransformasi perusahaan. 

"Investasi kami pada infrastruktur dan model AI membantu kami menjadi yang terdepan dalam peralihan platform AI. Dan kami bangga bahwa saat ini lebih dari 60% startup AI generatif yang didanai, dan hampir 90% unicorn gen AI adalah pelanggan Google Cloud," bebernya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran teknologi AI telah mengubah industri, merevolusi cara bisnis beroperasi, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan pelanggan mereka. 

Mengakui potensi AI untuk mendorong inovasi dan efisiensi, perusahaan di berbagai sektor beralih ke Google Cloud untuk solusi terkini yang didukung oleh pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami, dan kemampuan AI lainnya.

"Minggu ini di Cloud Next, kami berbagi lebih banyak cara untuk menghadirkan inovasi dan penelitian selama puluhan tahun ke organisasi di seluruh dunia. CEO Google Cloud kami, Thomas Kurian, memiliki ikhtisar mendetail tentang semua yang kami umumkan," jelasnya.

Selain itu, dari penelusuran topik.id, Google memperluas akses ke model AI terbaik dalam Vertex AI

"Selama enam bulan terakhir, kami telah meluncurkan model kami yang paling mumpuni, termasuk Gemini 1.5 Pro, dan hari ini kami membawa Gemini 1.5 Pro ke pratinjau publik untuk pelanggan dan pengembang Cloud kami," ungkapnya kembali.

Seperti diketahui, Gemini 1.5 Pro menunjukkan peningkatan kinerja yang dramatis, dan mencakup terobosan dalam pemahaman konteks panjang. 

Artinya, platfrom Gemini dapat menjalankan 1 juta token informasi secara konsisten, membuka kemungkinan baru bagi perusahaan untuk berkreasi, menemukan, dan membangun menggunakan AI.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks