4 Perusahan ini berhasil buat perangkat 6G, 20 kali lebih cepat dari 5G

Hendrik Syahputra

Perbandingan, 100 Gbps diestimasikan 20 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan data maksimum 4,9 Gbps 3 pada jaringan 5G saat ini.

foto: ilustrasi
4 perusahaan yang didominasi oleh perusahan Jepang seperti DOCOMO, NTT, NEC dan Fujitsu berhasil mengembangkan perangkat 6G Sub-terahertz tingkat atas yang mampu transmisi 100 Gbps berkecepatan tinggi pada pita sub-terahertz 100 GHz dan 300 GHz.

Keempat perusahaan tersebut bersama-sama melakukan penelitian dan pengembangan pada perangkat sub-terahertz sejak tahun 2021 untuk mengantisipasi datangnya era 6G. 
"Hingga saat ini, pengujian perangkat nirkabel yang dikembangkan bersama telah mencapai transmisi 100 Gbps berkecepatan sangat tinggi di pita 100 GHz dan 300 GHz pada jarak hingga 100 meter. 2 Sebagai perbandingan, 100 Gbps kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan data maksimum 4,9 Gbps 3 pada jaringan 5G saat ini," dalam keterangan pers DOCOMO yang dikutip topik.id, MInggu (5/5/2024).
Pihak DOCOMO merincikan setelah menganalisis konfigurasi dan kinerja sistem nirkabel yang diperlukan untuk aplikasi telekomunikasi 100 GHz, DOCOMO mengembangkan peralatan transmisi nirkabel yang mampu mentransmisikan kecepatan data setara dengan 100 Gbps pada jarak 100 meter.

Selain itu berdasarkan penelitian NTT, terhadap perangkat nirkabel 300 GHz dan peralatan terkait seperti mixer pita lebar, NTT mengembangkan perangkat nirkabel tingkat atas yang mampu mentransmisikan 100 Gbps per saluran pada jarak 100 meter di pita 300 GHz.

Uji verifikasi pada pita 100 GHz dan 300 GHz
"Di era 6G, ketika jaringan nirkabel diharapkan dapat mendukung beragam aplikasi mulai dari streaming video ultra-HD hingga kontrol real-time pada kendaraan otonom, serta meningkatnya kebutuhan komunikasi, komunikasi nirkabel berkapasitas tinggi diharapkan dapat dicapai dengan memanfaatkan sumber daya yang melimpah. bandwidth yang tersedia di pita sub-terahertz dari 100 GHz hingga 300 GHz," ungkap pihak DOCOMO kembali. 

Namun, dibandingkan dengan 28 GHz dan pita milimeter lain yang digunakan dalam sistem 5G saat ini, frekuensi pita sub-terahertz yang jauh lebih tinggi akan memerlukan perangkat nirkabel yang sepenuhnya berbeda dan kini sedang dikembangkan dari awal. 

"Agar berhasil, upaya ini perlu mengatasi beberapa tantangan utama, seperti menentukan persyaratan kinerja spesifik perangkat nirkabel yang beroperasi pada pita sub-terahertz, dan kemudian mengembangkan perangkat tersebut," bebernya.

Ke depannya, keempat perusahaan tersebut akan terus melakukan penelitian dan pengembangan ekstensif di bidang telekomunikasi sub-terahertz, memanfaatkan kekuatan masing-masing perusahaan dalam berbagai inisiatif untuk berkontribusi pada standardisasi 6G.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks