Gelaran COMPUTEX 2024, NVIDIA pamer robot berbasis AI

M. Ihsan

Perusahaan semikonduktor terbesar di dunia itu memelopori peralihan digitalisasi industri senilai $50 triliun

CEO NVIDIA, Jensen Huang memamerkan robot AI | foto: @nvidia
Gelaran acara COMPUTEX 2024 telah resmi dimulai di Taiwan, dan acara teknologi tahunan terbesar di Asia ini kembali menarik perhatian dunia dengan berbagai inovasi terdepan. 

Tahun ini, sorotan utama jatuh pada NVIDIA, raksasa teknologi yang dikenal dengan keunggulannya di bidang grafis dan kecerdasan buatan (AI). Di tengah kemeriahan pameran, NVIDIA memperkenalkan robot berbasis AI yang menjanjikan revolusi di berbagai industri.

Dalam keterangan persnya, perusahaan semikonduktor itu memelopori peralihan digitalisasi industri senilai $50 triliun, dengan sektor-sektor yang menerapkan operasi otonom dan digital twins, model virtual yang meningkatkan efisiensi dan memangkas biaya. Melalui Program Pengembangnya, NVIDIA menawarkan akses ke NIM, yang mendorong inovasi AI.

Pabrikan Taiwan mentransformasi pabrik mereka menggunakan teknologi NVIDIA, dengan Huang memamerkan penggunaan NVIDIA Omniverse, Isaac, dan Metropolis oleh Foxconn untuk menciptakan digital twins, menggabungkan vision AI dan alat pengembangan robot untuk meningkatkan fasilitas robotik.
"Gelombang AI berikutnya adalah AI fisik. AI yang memahami hukum fisika, AI yang dapat bekerja di antara kita," kata Huang sembari menekankan pentingnya robotika dan AI dalam perkembangan masa depan, dikutip, Rabu (5/6/2024).
Platform NVIDIA Isaac menyediakan perangkat canggih bagi pengembang untuk membuat robot AI, termasuk AMR, senjata industri, dan humanoid, yang didukung oleh model AI dan superkomputer seperti Jetson Orin dan Thor.

"Robotika ada di sini. AI fisik ada di sini. Ini bukan fiksi ilmiah, dan digunakan di seluruh Taiwan. Ini benar-benar menarik," tambah Huang.

Selain itu, Raksasa elektronik global mengintegrasikan robot otonom NVIDIA ke dalam pabrik mereka, memanfaatkan simulasi di Omniverse untuk menguji dan memvalidasi gelombang baru AI untuk dunia fisik. Ini mencakup lebih dari 5 juta robot terprogram di seluruh dunia.

"Semua pabrik akan menjadi robot. Pabrik-pabrik akan merancang robot, dan robot-robot tersebut akan membuat produk-produk robotik," jelas Huang.

Huang menekankan peran NVIDIA Isaac dalam meningkatkan efisiensi pabrik dan gudang, dengan para pemimpin global seperti BYD Electronics, Siemens, Teradyne Robotics, dan Intrinsic mengadopsi perpustakaan canggih dan model AI mereka.

NVIDIA AI Enterprise pada platform IGX, dengan mitra seperti ADLINK, Advantech, dan ONYX, menghadirkan solusi AI canggih yang memenuhi standar peraturan ketat, penting untuk teknologi medis dan industri lainnya.


Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks