Wapres Ma’ruf Amin ke TNI-Polri: Melek teknologi dan responsif

Maraknya kasus judi online, penipuan perbankan, bahkan hingga jaringan perdagangan manusia melalui media sosial.

Ardi Nugraha
A- A+
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memberikan Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja TNI-Polri 2024. | foto: @setwapres
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin kembali menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

Dalam sebuah acara Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja TNI-Polri 2024 yang dihadiri oleh berbagai jajaran TNI dan Polri, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa tantangan di era digital ini menuntut setiap institusi, terutama yang berkaitan dengan keamanan negara, untuk lebih melek teknologi dan responsif terhadap segala bentuk ancaman yang kian kompleks.

Ancaman keamanan dan pertahanan yang dihadapi negara semakin kompleks. Terbaru, kasus peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS)  mengingatkan betapa pentingnya peningkatan keamanan siber nasional.

Oleh sebab itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta jajaran TNI dan Polri sebagai lembaga penegak hukum serta penjaga keamanan masyarakat dan bangsa agar terus meningkatkan kemampuannya dalam bidang teknologi.
"Masyarakat saat ini sangat membutuhkan jaminan keamanan dari personel yang ‘melek’ teknologi dan responsif saat dibutuhkan," jelas Wapres saat memberikan Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja TNI-Polri 2024 di Balai Sudirman Jakarta, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2024).
Wapres juga mengungkapkan bahwa kejahatan saat ini telah menggunakan teknologi informasi yang semakin mudah diakses masyarakat. Imbasnya, marak kasus judi online, penipuan perbankan, bahkan hingga jaringan perdagangan manusia melalui media sosial.

"Bukan hanya kasus kriminal, bahkan ancaman keamanan pun sudah sampai pada kedaulatan siber kita," imbau Wapres.

Wapres pun mencontohkan, berkali-kali data penting negara berhasil diretas hacker. Menurutnya, kondisi ini perlu penanganan segera yang tepat sasaran oleh berbagai pihak terkait, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kementerian/lembaga, pegawai pemerintahan, anggota TNI/Polri, hingga perwira-perwira pelajar seperti yang hadir di sini, wajib menjadi figur yang inovatif dan berintegritas dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan penjamin keamanan warga Indonesia," pintanya.

Termasuk, sambung Wapres, para aparat negara tersebut juga harus terus meningkatkan integritas, kedisiplinan, dan kewaspadaannya dalam menjaga ideologi dan kedaulatan negara.

"Perlu diingat, kurangnya integritas, kedisiplinan, dan ketidakwaspadaan akan memberikan celah bagi pihak-pihak yang ingin mengubah ideologi bangsa Indonesia. Tetaplah waspada akan ancaman terhadap nasionalisme kita dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri melalui penguatan identitas nasional," tegasnya.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Berbasis data.
Paling diminati.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks