Lewat kampus, pelaku UKM Singapura dibekali ilmu AI

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dinilai efektif dalam mencetak lulusan yang siap memimpin transformasi digital.

author photo
A- A+
Gedung Nanyang Polytechnic, 180 Ang Mo Kio Ave 8, Singapura 569830 | dok: nyp.edu.sg
Gedung Nanyang Polytechnic, 180 Ang Mo Kio Ave 8, Singapura 569830 | dok: nyp.edu.sg

Nanyang Polytechnic (NYP) meluncurkan AI Nexus Lab untuk mempermudah adopsi kecerdasan buatan, artificial intelligence (AI) bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Singapura. Laboratorium ini dibangun di atas infrastruktur Amazon Web Services (AWS) dan berfokus pada penerapan AI berbasis kebutuhan bisnis nyata.

AI Nexus Lab dirancang sebagai pusat solusi terpadu yang menjembatani dunia pendidikan dan industri. Melalui pendekatan berbasis proyek, mahasiswa dapat langsung mengembangkan solusi AI yang aplikatif untuk tantangan operasional UKM.

Wakil Kepala Sekolah (Keberlanjutan & Teknologi) NYP,  Dr. Phua Chee Teck menyatakan bahwa AI sering dianggap rumit oleh UKM. Menurutnya, AI Nexus Lab hadir sebagai solusi awal yang memudahkan bisnis memahami dan memanfaatkan AI secara bertahap dan terukur.

"AI mungkin terasa menakutkan bagi organisasi yang belum tahu harus mulai dari mana. AI Nexus Lab berfungsi sebagai solusi terpadu yang menjembatani pendidikan dan inovasi, membantu UKM mengadopsi AI dengan percaya diri. Ketika mereka datang kepada kami dengan kebutuhan bisnis, para peserta didik kami dapat menganalisis tantangan tersebut dan mengembangkan solusi AI praktis yang dapat diskalakan," kata Dr. Phua Chee Teck dalam keterangan persnya yang diterima redaksi topik.id, Jumat (2/1/2026).

Setiap tahun, lebih dari 1.000 mahasiswa dari School of Information Technology NYP akan terlibat dalam program ini. Solusi AI dan pembelajaran mesin AWS telah diintegrasikan ke dalam kurikulum guna meningkatkan kesiapan talenta digital.

Dalam lima tahun ke depan, NYP menargetkan menjangkau 500 UKM, termasuk melalui pelatihan AI generatif. Pada tahap awal, sebanyak 64 kasus penggunaan dari jaringan Singapore Chinese Chamber of Commerce & Industry (SCCCI) telah disiapkan untuk pengembangan prototipe.

Mahasiswa akan bekerja langsung dengan pemilik usaha melalui lokakarya AI dan design thinking. Mereka mengembangkan proof-of-concept dan aplikasi berbasis cloud AWS yang dapat diuji dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional UKM.

Produk Minimum Viable Product (MVP) yang dinilai layak produksi akan memperoleh dukungan dari AWS AI Springboard dan AWS Partner Network. Dukungan ini mencakup kredit cloud, pelatihan, serta bantuan teknis untuk penskalaan solusi.

Selain manfaat bagi industri, inisiatif ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dinilai efektif dalam mencetak lulusan yang siap memimpin transformasi digital.

Sementara itu, Country Manager Worldwide Public Sector Singapore AWS, Elsie Tan menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik. Ia menyatakan bahwa mahasiswa perlu diberi ruang untuk bereksperimen dan membangun solusi nyata agar siap menghadapi perubahan teknologi jangka panjang.

"Peningkatan keterampilan dan paparan terhadap AI harus dimulai sejak usia sedini mungkin. Kita perlu mahasiswa yang bereksperimen, gesit, dan belajar melalui praktik—bukan hanya teori. Ketika mahasiswa dapat membangun, mengiterasi, dan pada akhirnya menciptakan solusi yang mentransformasi bisnis nyata, di situlah pembelajaran sejati terjadi," jelas  Elsie Tan.

Lanjutnya, berbasis praktik ini mempersiapkan bukan hanya untuk pekerjaan pertama, melainkan untuk seumur hidup beradaptasi dengan perubahan teknologi.

"Pendekatan berbasis praktik ini mempersiapkan mereka bukan hanya untuk pekerjaan pertama, tetapi untuk seumur hidup beradaptasi dengan perubahan teknologi," ujar Elsie Tan.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks