Lewat medsos, Tiongkok kutuk AS terkait Venezuela

Tindakan hegemonik AS tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

author photo
A- A+
MFA_China
cover | dok: MFA_China

Pemerintah Tiongkok menyampaikan kecaman keras terhadap Amerika Serikat terkait situasi di Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka melalui akun X juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Dalam unggahannya, China mengaku sangat terkejut atas apa yang disebut sebagai penggunaan kekerasan terang-terangan oleh AS. Tindakan itu dinilai menyasar negara berdaulat serta langsung menyentuh otoritas presidennya.

Menurut Beijing, langkah Washington tersebut mencerminkan praktik hegemonik yang tidak dapat dibenarkan. China menilai tindakan itu telah melampaui batas hubungan internasional yang semestinya dijunjung tinggi.

"China sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekerasan yang terang-terangan oleh AS terhadap negara berdaulat dan tindakan terhadap presidennya," tulis MFA_China dalam pernyataan resminya yang dilansir topik.id, Minggu (4/1/2026).

Tiongkok menegaskan bahwa aksi AS tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Selain itu, kedaulatan Venezuela disebut telah dirusak secara nyata.

Lebih jauh, Beijing memperingatkan bahwa tindakan semacam itu berpotensi mengancam stabilitas kawasan. Amerika Latin dan Karibia dinilai dapat terdampak oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Tindakan hegemonik AS tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia. China dengan tegas menentangnya," imbau MFA_China.

China menegaskan sikapnya yang menentang segala bentuk intervensi sepihak terhadap negara lain. Prinsip non-intervensi disebut sebagai fondasi penting dalam menjaga tatanan global.

Dalam pernyataan penutupnya, Tiongkok menyerukan agar AS mematuhi hukum internasional. Washington juga diminta menghormati tujuan dan prinsip Piagam PBB serta berhenti melanggar kedaulatan negara lain.

"Kami menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB, dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain," tutup pernyataan resmi tersebut.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks