Sempat viral, ternyata foto penangkapan Maduro dihasilkan AI

Salah satu gambar paling viral menampilkan Maduro dikawal dua agen DEA dengan latar pesawat kecil.

author photo
A- A+
Foto penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan | dok: Spotlight
Foto penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan | dok: Spotlight

Foto-foto yang diklaim memperlihatkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan. Gambar-gambar tersebut sempat viral di media sosial dan memicu kebingungan publik global. Tidak ada satu pun foto resmi penahanan Maduro yang dirilis pada awal operasi.

Klaim awal menyebutkan Maduro terlihat dikawal agen bersenjata di sebuah lapangan terbang setelah ditangkap pasukan AS. Narasi ini menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan “Operasi Southern Spear” pada 3 Januari 2026. Namun, ketiadaan dokumentasi resmi memicu maraknya gambar palsu.

Portal Spotlight melaporkan sejumlah foto yang beredar dianalisis menggunakan alat pendeteksi watermark AI SynthID milik Google. Hasilnya menunjukkan gambar-gambar tersebut dibuat atau dimanipulasi dengan perangkat AI Google. Beberapa foto bahkan telah diberi efek buram dan cap tanggal untuk meningkatkan kesan autentik.

"Area gambar tempat tanda air Google terdeteksi berukuran kecil — namun, efektivitas perangkat lunak dapat terhambat oleh penambahan filter dan transformasi lainnya, yang tampaknya telah diterapkan pada gambar ini (cap tanggal dan efek buram telah ditambahkan, mungkin untuk membuatnya tampak lebih autentik)," tulis Spotlight, seperti dinukil topik.id, Minggu (4/1/2026).

Salah satu gambar paling viral menampilkan Maduro dikawal dua agen DEA dengan latar pesawat kecil. Visual tersebut disertai grafis menyerupai siaran televisi, sehingga tampak seperti tangkapan layar berita. Versi resolusi tinggi dari gambar yang sama terbukti mengandung watermark AI.

Beredar di Instagram.

Foto penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan | dok: Spotlight

Foto-foto lain yang beredar di Instagram juga menunjukkan pola serupa. Seluruh gambar dalam tayangan slide terdeteksi sebagai hasil AI dengan tingkat kepercayaan tinggi. Menariknya, akun pengunggah mengaku sebagai profesional AI dan pelatih efek visual.

"Foto-foto ini memiliki resolusi lebih tinggi, dan jelas dirancang agar terlihat lebih mirip gaya fotografer yang bekerja untuk otoritas AS. Misalnya, tayangan slide yang diunggah ke Instagram ini ( diarsipkan ) menampilkan sejumlah foto tersebut dengan keterangan: Lebih banyak foto Maduro yang diambil oleh AS," ungkap Spotlight.

Foto resmi melalui Truth Social.

Donald Trump  merilis satu foto resmi melalui Truth Social

Donald Trump kemudian merilis satu foto resmi melalui Truth Social. Dalam foto tersebut, Maduro mengenakan pakaian olahraga abu-abu dengan pelindung mata dan telinga, berbeda jauh dari gambar-gambar AI yang sebelumnya beredar. Trump menyebut Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.

Kasus ini meningkatkan risiko disinformasi visual di era AI canggih. Meski alat deteksi seperti SynthID membantu verifikasi, penyebaran konten palsu saat peristiwa besar tetap berpotensi menyesatkan publik. Literasi digital dan kehati-hatian media menjadi kunci menghadapi fenomena ini.

"Detektor seperti SynthID milik Google telah mempermudah pendeteksian beberapa konten yang dihasilkan AI. Namun, proliferasi materi yang dihasilkan AI dengan tingkat kecanggihan tinggi selama berita-berita penting terus meningkat — dan berpotensi menghambat pemahaman media dan publik tentang peristiwa dunia," tutup Spotlight dalam temuan tersebut.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks