Tiongkok klaim sebagai pasar ritel online terbesar di dunia

Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok melaporkan bahwa total konsumsi ritel online China setara 3,39 triliun dolar AS.

author photo
A- A+
Terminal kontainer di area Chuanshan, Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur | dok: @chibascio
Terminal kontainer di area Chuanshan, Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur | dok: @chinascio

Tiongkok mengklaim posisinya sebagai pasar ritel online terbesar di dunia. Selama 13 tahun berturut-turut, negara tersebut mempertahankan dominasinya di sektor e-commerce dengan nilai konsumsi digital yang terus meningkat skala global.

The State Council Information Office of China (SCIO) atau Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok melaporkan bahwa total konsumsi ritel online China telah melampaui 23,8 triliun yuan, setara sekitar 3,39 triliun dolar AS. Capaian ini didasarkan pada data resmi yang dirilis pemerintah Tiongkok.

Angka tersebut diumumkan dalam konferensi kerja e-commerce nasional yang berlangsung selama dua hari, dari Selasa hingga Rabu. Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan arah kebijakan sektor e-commerce China ke depan.

"China tetap menjadi pasar ritel online terbesar di dunia selama 13 tahun berturut-turut, dengan konsumsi digitalnya melebihi 23,8 triliun yuan sekitar 3,39 triliun dolar AS," tulis SCIO dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Kamis (15/1/2026).

Dalam konferensi tersebut disampaikan bahwa sektor e-commerce Tiongkok mencatat kemajuan yang solid dalam pengembangan berkualitas tinggi selama lima tahun terakhir. E-commerce kini muncul sebagai sumber momentum baru dalam mendorong kekuatan produktif berkualitas baru.

Keterbukaan global.

Kawasan Industri Suzhou di Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur | @gov.cn

Perkembangan ini juga dinilai berperan penting dalam memajukan paradigma pembangunan baru China, seiring upaya negara tersebut menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi domestik dengan keterbukaan global.

"Sektor e-commerce Tiongkok telah mencapai kemajuan yang solid dalam pengembangan berkualitas tinggi selama lima tahun terakhir, muncul sebagai sumber momentum baru untuk mendorong kekuatan produktif berkualitas baru dan memainkan peran penting dalam memajukan paradigma pembangunan baru negara," ungkap SCIO.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian eksternal, China tetap memperluas kerja sama internasional yang saling menguntungkan. Jumlah negara mitra dalam kerja sama e-commerce Jalur Sutra kini telah meningkat menjadi 36 negara.

E-commerce juga menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja dan peningkatan industri. Jumlah tenaga kerja di sektor ini telah melampaui 78 juta orang, sementara volume pengiriman ekspres mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 20 persen dalam lima tahun terakhir.

"E-commerce telah menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja dan peningkatan industri. Jumlah tenaga kerja di sektor ini telah melampaui 78 juta, dan volume pengiriman ekspres telah mengalami pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 20 persen selama lima tahun terakhir," terang SCIO kembali.

Selain itu, perangkat lunak serta layanan informasi yang berkaitan dengan komputasi awan dan big data berkembang pesat. Konferensi tersebut juga menguraikan prioritas kebijakan e-commerce Kementerian Perdagangan untuk 2026, termasuk penguatan inovasi, perbaikan lingkungan pengembangan domestik, dan perluasan kerja sama internasional.

"Memperkuat pertumbuhan yang didorong oleh inovasi, meningkatkan lingkungan pembangunan negara, dan memperluas kerja sama internasional." tutup SCIO dalam laporan itu.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks