![]() |
| cover | dok: google |
Google resmi merilis teknologi kecerdasan buatan, artificial intelligence (AI) canggih yang dapat berjalan langsung di perangkat seluler tanpa koneksi internet. Inovasi ini memungkinkan pengguna menjalankan asisten AI sepenuhnya secara offline, menjawab kebutuhan privasi dan efisiensi komputasi di perangkat.
Salah satu model kerangka kerja yaitu FunctionGemma 270M, model ringan yang dirancang untuk memahami perintah bahasa alami. Model ini mampu mengeksekusi tindakan sistem operasi secara langsung, seperti membuat acara kalender atau menambahkan kontak, tanpa perlu akses cloud.
Dengan pendekatan pemrosesan di perangkat (on-device AI), Google menegaskan komitmennya terhadap keamanan data pengguna. Seluruh proses dilakukan secara lokal, sehingga data pribadi tidak perlu dikirim ke server eksternal.
"Bangun asisten seluler yang sepenuhnya offline dengan FunctionGemma 270M. Demo ini menguraikan perintah bahasa alami seperti 'Buat acara kalender untuk makan siang besok” atau “Tambahkan ke kontak' untuk mengeksekusi tindakan OS langsung di perangkat," tulis Google dalam pengumuman resminya, seperti dilansir topik.id, Selasa (6/1/2026).
Build fully offline mobile assistants with FunctionGemma 270M. This demo parses natural language commands like “Create a calendar event for lunch tomorrow” or “Add to contacts” to execute OS actions directly on-device. pic.twitter.com/3YYfzepqwg
— Google AI Developers (@googleaidevs) January 5, 2026
Selain model AI baru, Google juga meluncurkan aplikasi Google AI Edge Gallery secara resmi di Google Play Store. Aplikasi ini berfungsi sebagai galeri interaktif yang menampilkan berbagai kasus penggunaan machine learning dan generative AI di perangkat.
AI Edge Gallery menghadirkan beragam fitur, mulai dari tanya gambar, transkripsi audio, hingga obrolan AI multi-putaran. Pengguna juga dapat meringkas teks, menulis ulang konten, hingga menghasilkan kode melalui fitur Lab Prompt, semuanya tanpa koneksi internet.
"Jalankan Secara Lokal, Sepenuhnya Offline: Semua pemrosesan terjadi langsung di perangkat Anda, unggah gambar dan ajukan pertanyaan tentangnya. Dapatkan deskripsi, selesaikan masalah, atau identifikasi objek," ungkap Google.
Menariknya, aplikasi ini juga menyertakan mini game eksperimental berbasis bahasa alami. Pengguna dapat menanam, menyiram, dan memanen bunga dalam lingkungan permainan kecil yang sepenuhnya offline, menunjukkan fleksibilitas penggunaan AI di perangkat.
Google menyatakan bahwa AI Edge Gallery masih dalam tahap pengembangan aktif dan terbuka untuk masukan komunitas. Kode sumber aplikasi telah dirilis di GitHub, dan pengguna didorong melaporkan kendala untuk membantu menyempurnakan pengalaman AI offline di perangkat seluler.
"Aplikasi ini sedang dalam pengembangan aktif. Jika Anda mengalami crash, mohon bantu kami memperbaikinya dengan mengirim email ke [email protected] dengan menyertakan model ponsel Anda, model ML yang Anda gunakan, dan apakah aplikasi berjalan di CPU atau GPU. Kami menghargai kesabaran dan masukan Anda saat kami terus meningkatkan pengalaman pengguna!" minta Google.
.png.webp)