![]() |
| Kantor Informasi Dewan Negara mengadakan konferensi pers di Beijing tentang promosi konsumsi ramah lingkungan | dok: scio.gov.cn |
Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok (SCIO) melaporkan, Pemerintah Tiongkok memperkuat komitmen pembangunan hijau melalui kebijakan konsumsi ramah lingkungan. Kementerian Perdagangan China bersama sejumlah lembaga terkait akan meningkatkan koordinasi lintas sektor. Langkah ini ditujukan agar kebijakan yang telah diumumkan dapat diimplementasikan secara efektif dan konsisten.
Wakil Menteri Perdagangan Sheng Qiuping menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Beijing, Selasa. Pernyataan ini menyusul rilis rencana aksi nasional oleh Kementerian Perdagangan dan delapan departemen lainnya. Rencana tersebut menargetkan percepatan konsumsi hijau sebagai bagian dari transformasi ekonomi.
Rencana aksi nasional itu memuat 20 langkah kebijakan dalam tujuh bidang utama. Fokus utamanya adalah memperkuat insentif bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memilih produk serta layanan ramah lingkungan. Pemerintah juga menekankan penguatan fondasi sistem konsumsi hijau secara menyeluruh.
"Rencana tersebut menguraikan langkah-langkah untuk memperkuat fondasi konsumsi hijau. Selain mendorong bisnis yang ramah lingkungan, Tiongkok juga akan berpartisipasi dalam perumusan peraturan global, mempromosikan keselarasan antara standar utama di sektor konsumsi hijau Tiongkok dan standar internasional, serta memperkuat pertukaran dan kerja sama dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian," tulis SCIO dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Rabu (7/1/2026).
Selain mendorong praktik bisnis berkelanjutan, Tiongkok akan aktif dalam perumusan regulasi global. Pemerintah berupaya menyelaraskan standar konsumsi hijau nasional dengan standar internasional. Kerja sama internasional di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian juga akan diperkuat.
Sektor jasa menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana tersebut. Pada bidang katering, pemerintah mendorong penerapan standar katering hijau oleh pelaku usaha dan platform pengantaran makanan. Tujuannya adalah membangun kesadaran industri terhadap konsep pembangunan hijau.
"Kementerian akan memajukan program percontohan yang mengintegrasikan konsumsi hijau dengan bentuk, model, dan skenario konsumsi baru, serta upaya untuk mengembangkan lingkungan konsumen yang dapat diakses secara global," ungkap SCIO.
Di sektor akomodasi, langkah konkret diarahkan pada pengurangan plastik sekali pakai. Hotel dan penginapan didorong menggunakan bahan pembersih ramah lingkungan serta perlengkapan mandi isi ulang. Kebijakan serupa juga diterapkan pada layanan domestik dan rumah tangga.
Untuk mendukung implementasi, Kementerian Perdagangan akan menyiapkan mekanisme insentif yang efektif. Program tukar tambah produk konsumsi hijau, sistem poin berbasis konsumsi rendah karbon, serta kampanye kesadaran publik akan digencarkan.
"Kementerian akan membimbing asosiasi terkait dalam melaksanakan kegiatan kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan konsumsi hijau, mendorong perusahaan platform untuk mempromosikan inisiatif tersebut, dan melibatkan bisnis dan konsumen untuk berpartisipasi aktif dalam praktik penghematan energi dan pengurangan emisi," tutup laporan resmi SCIO tersebut.
