![]() |
| CEO OpenAI, Sam Altman | topik.id |
CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan pembukaan lowongan untuk posisi Kepala Kesiapsiagaan. Peran ini dinilai krusial seiring pesatnya perkembangan model AI yang semakin canggih. OpenAI menilai fase ini menuntut kesiapan baru dalam menghadapi risiko nyata.
Altman menekankan bahwa model AI kini mampu melakukan banyak hal luar biasa. Namun, di sisi lain, kemampuannya juga memunculkan tantangan serius. Beberapa dampak potensial mulai terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu perhatian utamanya dampak model AI terhadap kesehatan mental. Menurut Altman, indikasi awal sudah terlihat sepanjang 2025. Seiring peningkatan kecanggihan, risiko ini diperkirakan akan semakin kompleks.
"Kini kita baru melihat model-model tersebut menjadi sangat canggih dalam hal keamanan komputer sehingga mulai menemukan kerentanan kritis," tulis Sam dalam postingan personalnya, seperti dikutip topik.id, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, kemampuan AI di bidang keamanan komputer juga berkembang signifikan. Model-model terbaru mulai mampu menemukan kerentanan kritis dalam sistem. Hal ini memunculkan kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
OpenAI mengklaim telah memiliki fondasi kuat dalam mengukur kemampuan model. Namun, Altman menilai pendekatan lama tidak lagi cukup. Diperlukan pengukuran yang lebih bernuansa untuk memahami risiko penyalahgunaan secara mendalam.
"Kita memiliki fondasi yang kuat dalam mengukur kemampuan yang terus berkembang, tetapi kita memasuki dunia di mana kita membutuhkan pemahaman dan pengukuran yang lebih bernuansa tentang bagaimana kemampuan tersebut dapat disalahgunakan, dan bagaimana kita dapat membatasi dampak negatif tersebut," ungkap Sam.
Pendekatan tersebut bertujuan membatasi dampak negatif tanpa mengorbankan manfaat besar AI. OpenAI ingin memastikan produknya tetap aman sekaligus berguna bagi masyarakat luas. Tantangan ini diakui sulit dan minim preseden.
Altman menegaskan posisi ini akan penuh tekanan dan langsung berhadapan dengan situasi sulit. Kandidat diharapkan mampu menyeimbangkan pemberdayaan pembela keamanan siber dan pencegahan serangan. OpenAI menilai peran ini kunci bagi masa depan keamanan AI.
"Silakan pertimbangkan untuk melamar. Ini akan menjadi pekerjaan yang penuh tekanan dan Anda akan langsung terjun ke dalam situasi yang sulit," tutup Sam.
