Topik.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatannya pada perdagangan terakhir pekan ini, setelah sebelumnya ditutup naik 1,68% ke level 6.501,59 pada Kamis (20/8).
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG sebelumnya didukung oleh kenaikan volume transaksi. Momentum ini membuat indeks kembali mendekati level Moving Average 100 hari (MA100), sehingga membuka peluang penguatan lanjutan ke level resistance berikutnya di kisaran 6.660-6.700.
Namun, sentimen negatif dari pasar global dan menjelang akhir pekan perlu diwaspadai. Hal tersebut disampaikan oleh analis Phintraco Sekuritas dalam catatan kepada investor.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa target penguatan IHSG sebelumnya di level 6.500 telah tercapai, yang juga didukung oleh penguatan volume pembelian.
Dalam skenario terbaik, Herditya memproyeksikan IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dan wave (iv). “Hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target berikutnya di 6.544,” jelasnya dalam laporan.
Namun, Herditya mengingatkan pada skenario terburuk, IHSG telah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal. Kondisi ini membuat indeks rawan terkoreksi ke rentang 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b).
Dari pasar global, indeks saham di Wall Street dilaporkan cenderung melemah pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini terjadi setelah yield US-Treasury kembali meningkat, yang menimbulkan kekhawatiran investor terhadap biaya pinjaman yang lebih tinggi dan berpotensi menghambat laju kenaikan bursa saham.
Sementara itu, pasar komoditas mencatat harga minyak mentah kembali naik lebih dari 2%. Kenaikan ini dipicu oleh rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan kembali sanksi berat terhadap Iran.
Di sisi lain, komoditas logam mulia seperti emas tercatat turun tipis 0,1% ke US$4.516 per troy ons pada Kamis. Meskipun demikian, harga emas masih berada dalam rentang terbatas seiring meningkatnya risiko inflasi yang tinggi.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.