TOPIK.ID — Arcfox, merek kendaraan listrik di bawah naungan BAIC Group, dijadwalkan meluncurkan SUV terbarunya, Arcfox Alpha T7, pada 16 September. Model ini diproyeksikan menjadi salah satu andalan Arcfox untuk meningkatkan penjualan di pasar kendaraan listrik China.
Informasi mengenai jadwal peluncuran tersebut dilaporkan oleh media otomotif lokal Auto Home pada Selasa, 8 September. Namun, hingga saat ini Arcfox belum secara resmi mengumumkan tanggal peluncuran melalui kanal resminya.
Arcfox hanya menyampaikan melalui Weibo bahwa unit pertama Alpha T7 untuk kebutuhan pameran telah mulai tiba di sejumlah dealer di berbagai wilayah China.
Harga Pre-Sale Mulai 137.800 Yuan
Arcfox sebelumnya telah membuka masa pre-sale Alpha T7 pada 26 Agustus. SUV ini ditawarkan dengan harga mulai 137.800 yuan hingga 174.800 yuan setelah subsidi, atau sekitar Rp300 jutaan hingga Rp380 jutaan, tergantung varian dan konfigurasi yang dipilih.
Menariknya, Arcfox mengklaim bahwa Alpha T7 berhasil mencatatkan lebih dari 30.000 pesanan hanya dalam waktu 72 jam setelah masa pre-sale dibuka.
Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap SUV terbaru Arcfox, terutama karena model ini menawarkan bodi besar, teknologi modern, serta pilihan sistem penggerak listrik dan extended-range.
Hadir dengan 9 Varian
Arcfox Alpha T7 diposisikan sebagai SUV kelas menengah hingga besar. Mobil ini tersedia dalam sembilan varian penggerak roda belakang, yang terdiri dari:
- Empat varian extended-range
- Lima varian battery-electric atau listrik murni
Kehadiran berbagai pilihan tersebut menjadi salah satu strategi Arcfox untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda.
Persaingan kendaraan listrik di China sendiri semakin ketat, terutama pada segmen kendaraan dengan harga di bawah 200.000 yuan. Para produsen kini mengandalkan ukuran kendaraan yang lebih besar, fitur bantuan berkendara, hingga teknologi pengisian daya cepat bertegangan tinggi untuk menarik konsumen keluarga.
Dimensi Besar dengan Bagasi Luas
Arcfox Alpha T7 memiliki panjang 5.020 mm dan wheelbase mencapai 3.040 mm. SUV ini mengusung desain bergaya coupe dengan bodi yang besar dan tampilan modern.
Selain menawarkan ruang kabin yang luas, Alpha T7 juga memiliki kapasitas bagasi sebesar 645 liter. Kapasitas tersebut dapat diperbesar hingga 1.845 liter ketika kursi belakang dilipat.
Dengan ukuran tersebut, Alpha T7 menyasar konsumen keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan ruang kabin dan kapasitas penyimpanan besar.
Versi Listrik Murni Pakai Platform 800 Volt
Seluruh varian listrik murni Arcfox Alpha T7 menggunakan platform 800 volt dan dibekali motor listrik dengan tenaga 227 kW.
Varian entry-level 650 Plus menggunakan baterai berkapasitas 75,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 650 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Sementara itu, varian lainnya menggunakan baterai berkapasitas 84,8 kWh yang menawarkan jarak tempuh hingga 715 kilometer CLTC.
Penggunaan arsitektur 800 volt menjadi salah satu fitur unggulan Alpha T7, terutama dalam mendukung teknologi pengisian daya cepat.
Varian Extended-Range Bisa Tempuh hingga 1.315 Km
Selain versi listrik murni, Arcfox Alpha T7 juga tersedia dalam versi extended-range.
Varian ini menggabungkan mesin range extender berkapasitas 1,5 liter, motor listrik 200 kW, serta baterai berkapasitas 43,9 kWh.
Mobil ini mampu menempuh hingga 320 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC. Sementara jarak tempuh gabungan kendaraan diklaim dapat mencapai 1.315 kilometer.
Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan jarak tempuh jauh.
Andalkan Teknologi Huawei, CATL dan Magna
Salah satu kekuatan utama Arcfox Alpha T7 adalah penggunaan teknologi dari tiga pemasok besar, yakni Huawei, CATL, dan Magna.
Beberapa varian akan dibekali sistem bantuan berkendara Huawei Qiankun ADS 5 Pro. Sistem tersebut menggunakan 27 sensor, termasuk teknologi LiDAR.
Namun, fitur tersebut tidak tersedia pada seluruh varian.
Empat varian yang menggunakan nama Qiankun dibekali sistem Huawei Qiankun ADS 5 Pro serta LiDAR yang terintegrasi pada bagian kabin kendaraan.
Sementara beberapa varian non-Qiankun menggunakan sistem bantuan berkendara Yuanjing milik BAIC dengan LiDAR yang ditempatkan di bagian atap.
Varian extended-range paling dasar, yaitu 1315 Plus, tidak menggunakan sistem bantuan berkendara bermerek dan tidak dilengkapi teknologi LiDAR.
Untuk sektor baterai, seluruh varian Alpha T7 menggunakan sel baterai dari CATL. Sementara itu, perusahaan otomotif Magna turut membantu melakukan penyetelan pada sistem sasis kendaraan.
Alpha T7 juga menggunakan sistem suspensi dengan Continuously Variable Damping (CDC) yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan pengendalian kendaraan.
Jadi Model Andalan Arcfox Tahun Ini
Arcfox Alpha T7 sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik dalam ajang Chengdu Auto Show. SUV ini menjadi salah satu model paling penting bagi Arcfox pada tahun ini.
Bagi Arcfox yang selama ini masih tertinggal dari sejumlah pesaing dalam hal penjualan, Alpha T7 diharapkan dapat menjadi produk yang membantu perusahaan meningkatkan volume penjualan dan memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik China.
Dengan pilihan sembilan varian, teknologi Huawei, baterai CATL, pengembangan sasis bersama Magna, serta jarak tempuh gabungan hingga 1.315 kilometer, Arcfox Alpha T7 akan menjadi salah satu SUV listrik yang patut diperhatikan setelah resmi diluncurkan pada 16 September.
Ikuti TOPIK.ID
