Dongfeng Motor mengumumkan kesiapannya untuk meluncurkan baterai hybrid solid-liquid yang dikembangkan secara internal dengan kepadatan energi 350 Wh/kg pada Oktober 2026. Perusahaan juga berencana untuk mengintegrasikan baterai inovatif ini ke dalam kendaraan produksi massal mulai kuartal keempat tahun ini.

Kepastian jadwal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Manajer Umum Dongfeng, You Zheng, dalam sebuah forum industri yang digelar pada Rabu, 9 September 2026. Langkah ini sejalan dengan target awal perusahaan yang diumumkan pada November tahun lalu, yaitu menargetkan pemasangan baterai 350 Wh/kg pada kendaraan produksi massal mulai September 2026.

Perubahan Nomenklatur dan Peningkatan Kapasitas Energi

Produk baterai ini sebelumnya dikenal sebagai baterai solid-state, namun kini Dongfeng mengklasifikasikannya sebagai “baterai hybrid solid-liquid“. Perubahan penamaan ini mengikuti tren penggunaan istilah di Tiongkok untuk baterai semi-solid-state, guna menghindari potensi kesalahpahaman dengan baterai all-solid-state.

Dongfeng mengklaim bahwa baterai hybrid solid-liquid ini mampu mencapai kepadatan energi 350 Wh/kg. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan sel lithium iron phosphate (LFP) yang umum digunakan saat ini, yang berkisar antara 140 hingga 210 Wh/kg. Dengan teknologi ini, kendaraan diharapkan mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Uji Ketahanan dan Fasilitas Produksi Percontohan

Baterai terbaru ini telah terbukti tangguh dalam pengujian ketahanan panas, berhasil melewati uji ruang termal pada suhu 170°C, jauh melampaui standar nasional Tiongkok yang mensyaratkan 130°C. Kemampuannya juga teruji pada suhu dingin, di mana baterai ini mampu mempertahankan lebih dari 72% kapasitas energinya pada suhu -30°C.

Sebelumnya, pada Januari 2026, Dongfeng telah menyelesaikan uji kendaraan musim dingin untuk baterai 350 Wh/kg. Rangkaian pengujian ekstensif dilakukan pada kendaraan uji yang menempuh perjalanan dari Wuhan ke Mohe, Provinsi Heilongjiang, melibatkan lebih dari 70 pengujian dalam kondisi suhu ekstrem antara -40°C hingga -30°C.

Fasilitas lini produksi percontohan Dongfeng, yang memiliki kapasitas 0,2 GWh, telah rampung dan beroperasi sejak Juni 2025. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat riset dan produksi terintegrasi, mencakup laboratorium, produksi prototipe, hingga manufaktur percontohan.

Target Jangka Pendek dan Visi Jangka Panjang

Fokus utama jangka pendek adalah pada operasi demonstrasi. Dongfeng berencana mengerahkan 100 kendaraan demonstrasi yang dilengkapi dengan baterai ini pada akhir 2026. Target ambisius selanjutnya adalah pengiriman 50.000 kendaraan yang menggunakan baterai solid-state internal pada tahun 2027.

Sementara itu, pengembangan baterai all-solid-state masih berada dalam tahap yang lebih panjang. Dongfeng menargetkan produksi massal skala kecil sekitar tahun 2030, diikuti oleh produksi massal skala besar dan adopsi yang lebih luas pada tahun 2035.

Perusahaan juga aktif dalam riset dan pengembangan baterai all-solid-state 350 Wh/kg yang mendukung teknologi pengisian daya cepat. Riset awal juga sedang dilakukan pada baterai all-solid-state berbasis sulfida dengan potensi kepadatan energi mencapai 500 Wh/kg.

Tren Pengembangan Baterai di Industri Otomotif Tiongkok

Inisiatif pengembangan teknologi baterai serupa juga gencar dilakukan oleh sejumlah produsen otomotif domestik Tiongkok lainnya. Merek Hongqi dari China FAW Group, misalnya, telah meluncurkan prototipe kendaraan pertama yang dilengkapi baterai solid-state pada awal tahun ini.

Chery memiliki rencana untuk memasang baterai hybrid solid-liquid pada kendaraan mereka pada kuartal keempat 2026, dan memulai uji kendaraan dengan baterai all-solid-state pada 2027. Di sisi lain, produsen baterai terkemuka seperti CATL dan BYD menargetkan penyebaran kendaraan dalam jumlah kecil yang menggunakan teknologi serupa pada tahun 2027.