— Fase bear market untuk aset kripto Bitcoin (BTC) diindikasikan telah berakhir. Indikasi ini terlihat dari pergerakan pemulihan Bitcoin yang berhasil berada di atas rata-rata bergerak 50 minggu, sebuah indikator teknikal yang sempat menjadi penanda transisi menuju bull market pada periode 2015, 2019, dan fasa 2023.

Berdasarkan laporan yang disadur dari Beincrypto, Bitcoin (BTC) sukses mempertahankan posisinya di dekat level US$ 78.800 sepanjang September. Memasuki awal Oktober 2026, pergerakan harga aset digital tersebut bahkan sempat melaju di atas US$ 86.000.

Laporan dari BloFin menyoroti temuan penting terkait penurunan tingkat keparahan siklus pasar Bitcoin. Tercatat, harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi sekitar 53 persen dari titik tertingginya pada Oktober 2025 yang berada di angka US$ 124.824, menuju level US$ 58.525 pada Juni 2026. Di sisi lain, besaran keuntungan selama fase bull market juga terpantau semakin mengecil.

Lonjakan harga Bitcoin (BTC) dari level dasar hingga ke puncak dilaporkan mengalami penurunan drastis, yakni dari sekitar 530 kali lipat pada siklus-siklus awal hingga menyusut menjadi hanya delapan kali pada siklus terakhir.

Apabila bulan Juni lalu benar menjadi titik terendah, durasi bear market kali ini tercatat berlangsung sekitar delapan bulan. Angka tersebut jauh lebih singkat dibanding rata-rata durasi normal yang biasanya memakan waktu 12 hingga 13 bulan.

Menjelang pertengahan bulan tepatnya pada 11 Oktober, posisi perdagangan Bitcoin berada di kisaran US$ 83.000. Posisi ini dinilai masih bertahan di atas titik breakout rata-rata bergerak bulan September serta terpaut cukup jauh dari level terendah pada Juni lalu.

Pola siklus empat tahunan juga masih menunjukkan konsistensi. Bitcoin tercatat mencapai puncaknya sekitar 18 bulan setelah peristiwa halving yang berlangsung pada April 2024, selaras dengan pola historis sebelumnya.

Bagi para pelaku pasar atau trader, sinyal bullish berisiko melemah apabila Bitcoin kembali mengalami tren penurunan di bawah rata-rata bergerak 50 minggu saat ini. Sementara itu, penurunan harga hingga menembus di bawah US$ 58.525 berpotensi menjadi ujian nyata bagi level dasar siklus yang diproyeksikan.

Kendati demikian, sejumlah indikator pemulihan jangka panjang Bitcoin saat ini masih memperlihatkan tren yang positif. Di sisi lain, fenomena penarikan dana ETF yang terjadi baru-baru ini menegaskan bahwa proses transisi menuju pasar yang lebih stabil tetap berpeluang diwarnai oleh koreksi harga yang tajam.