Aksi beli yang bergerak cepat dari para pelaku pasar membuat koreksi harga bitcoin di bawah US$ 80.000 berlangsung singkat. Nilai tukar aset kripto utama tersebut segera bangkit kembali ke kisaran di atas US$ 81.000, meski secara keseluruhan masih mencatatkan pelemahan 1% dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Pergerakan serupa turut dialami oleh sejumlah aset digital lainnya. Solana tercatat mengalami koreksi seirama, sementara ether dan XRP masing-masing melemah sebesar 2%.
Pemulihan harga kripto ini beriringan dengan pergerakan di pasar saham. Indeks Nasdaq berhasil memangkas penurunan signifikan yang terjadi pada awal sesi perdagangan menjadi 0,8%, sementara S&P 500 mencatatkan koreksi tipis di level 0,25%.
Sebelumnya, transaksi bitcoin sempat menyentuh angka US$ 79.000 untuk kali pertama dalam kurun waktu sebulan. Pelemahan tersebut terjadi seiring bertambahnya tekanan koreksi pada bursa saham Amerika Serikat, yang membuat mata uang kripto ini kehilangan ambang batas psikologis US$ 80.000 sejak pertengahan September.
Ketika bitcoin diperdagangkan pada posisi US$ 79.950, indeks Nasdaq terpantau turun 1,4% dan S&P 500 melemah 0,6%. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah menyentuh titik terendah sesi, di mana surat utang AS tenor 10 tahun merosot 15 basis poin ke posisi 5,04% atau level terendahnya dalam sebulan terakhir.
Tidak lama berselang setelah pembukaan pasar saham AS, bitcoin kembali diperdagangkan pada level US$ 80.500 dengan akumulasi penurunan 2,9% dalam 24 jam. Tekanan sempat membawa harganya mendekati posisi sedikit di atas US$ 80.000, sebelum akhirnya aksi beli masuk secara masif untuk menahan kejatuhan lebih dalam ke bawah US$ 79.000.
Sementara itu, kekhawatiran terbesar di sektor teknologi sejauh ini belum terwujud setelah Nasdaq hanya terkoreksi 0,9%. Penguatan terbatas yang dialami oleh saham-saham seperti Microsoft, Apple, dan Google mampu menahan dampak kejatuhan pada sejumlah saham unggulan di sektor kecerdasan buatan.
Di jajaran saham teknologi, Micron, Intel, dan AMD masing-masing membukukan pelemahan lebih dari 4%. Tekanan yang lebih dalam dialami oleh Dell, Arista Networks, dan SanDisk dengan penurunan mencapai sekitar 7%.








