— Proses seleksi calon penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dipastikan berjalan secara ketat dan transparan. Pelaksanaan tahapan wawancara ini berlangsung di Sekretariat Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, sejak Kamis hingga Sabtu, 17-19 September 2026.

Seluruh peserta yang mengikuti tahap wawancara sebelumnya telah lolos verifikasi administrasi. Para pendaftar tersebut juga tercatat masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 4 berdasarkan data sosial ekonomi yang menjadi salah satu landasan penentuan penerima bantuan.

Melalui sambungan daring, Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi diselenggarakan secara gratis tanpa ada pungutan biaya apa pun. Ia juga mengimbau para peserta agar segera melapor apabila mendapati pihak-pihak yang mencatut namanya untuk meminta sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan beasiswa.

“Kalau ada yang mengatasnamakan saya kemudian meminta biaya dalam proses seleksi KIP, segera laporkan kepada saya,” tegas Destita.

Pelaksanaan wawancara ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan dana pendidikan jatuh ke tangan mahasiswa yang tepat dan memenuhi kriteria. Sesi ini sekaligus menjadi sarana untuk melihat secara langsung latar belakang serta kondisi ekonomi para calon penerima.

Melalui program ini, Destita berharap bantuan biaya pendidikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang memiliki semangat tinggi untuk berkuliah. Kesempatan tersebut diimbau agar dijaga dengan sungguh-sungguh hingga masa studi selesai.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program bantuan pendidikan tidak sekadar meringankan beban finansial, melainkan juga membuka jalan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas untuk mengenyam pendidikan tinggi. Oleh karena itu, objektivitas seleksi dijaga ketat agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

“Harapan saya, adik-adik yang mengikuti seleksi ini bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Jangan sampai kondisi ekonomi membuat mereka harus berhenti bermimpi untuk melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta asal Kabupaten Kaur, Dwike Juwita, mengaku mengetahui informasi pendaftaran tersebut melalui platform digital. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu itu berharap dirinya bisa lolos seleksi demi meringankan beban finansial orang tuanya.

“Mudah-mudahan bisa lolos. Jadi bisa membantu ekonomi orang tua juga,” kata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu tersebut.

Sebelumnya, informasi mengenai penjaringan PIP-KIP ini disebarluaskan oleh Destita melalui media sosial resminya. Seluruh hasil akhir seleksi juga rencananya akan diumumkan melalui kanal yang sama guna menjamin keterbukaan informasi kepada publik.

Sebagai informasi, KIP Kuliah merupakan fasilitas bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan sekolah menengah yang mempunyai kemampuan akademik memadai namun terkendala faktor ekonomi. Penyaluran lewat jalur aspirasi DPD RI ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang berhak menerimanya.