— Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar di Kota Palangka Raya terpaksa dihentikan sementara waktu. Kebijakan ini diambil seiring dengan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diberlakukan akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Kepala SDN 5 Bukit Tunggal Palangka Raya, Musmarmadi, menjelaskan bahwa penghentian tersebut diputuskan lantaran para siswa harus mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Pihak sekolah mengkhawatirkan bantuan makanan tersebut tidak akan dikonsumsi karena orang tua murid tidak dapat mengambilnya langsung ke sekolah.

Selain menyampaikan penghentian sementara itu, pihak sekolah turut memberikan imbauan kepada para orang tua agar senantiasa menjaga kesehatan anak-anak mereka di tengah situasi kabut asap. Orang tua diminta untuk memastikan asupan makanan bernutrisi tetap terpenuhi serta membatasi kegiatan anak di luar ruangan.

“Untuk semua selama kegiatan PJJ ini, kita sudah berkordinasi dengan SPPG 4 Bukit Tunggal untuk kegiatan MBG selama PJJ ini sementara berhenti. Pada awal-awal kemarin, kita sempat satu kali tetap dibagikan,” ucapnya, Kamis 17 September 2026.

Di sisi lain, para orang tua siswa menyikapi keputusan ini dengan lapang dada dan tidak mempermasalahkan peniadaan sementara program tersebut demi menghindari mubazirnya makanan.

Mereka turut menyampaikan harapan agar kondisi lingkungan akibat karhutla segera membaik. Dengan demikian, kegiatan belajar-mengajar di sekolah bisa kembali normal dan distribusi program MBG bagi anak-anak dapat dilanjutkan seperti sediakala.