Topik.id — Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Drummer grup band Garasi, Aries Budiman, meninggal dunia pada Jumat, 18 September 2026. Jenazah musisi kelahiran 31 Maret 1982 itu kemudian dimakamkan di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kepergian Aries mendapat perhatian dari sejumlah rekan sesama musisi, anggota Garasi, hingga pihak yang terlibat dalam perjalanan band tersebut. Pemakaman almarhum berlangsung pada Sabtu pukul 07.00 WIB. Hingga kini, keluarga dan manajemen Garasi belum menyampaikan keterangan mengenai penyebab meninggalnya sang drummer.
Kabar Duka dari Garasi
Informasi mengenai kepergian Aries Budiman disampaikan oleh rekan-rekan satu band dan manajemen Garasi melalui media sosial. Sejumlah kerabat juga mengunggah pesan belasungkawa untuk mengenang musisi yang telah menjadi bagian dari perjalanan Garasi tersebut.
Dalam salah satu unggahan di Instagram Story, terdapat doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya diterima seluruh amal ibadhnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis akun Instagram pribadi Aries.
Vokalis Garasi, Aiu Ratna, turut mengantar jenazah Aries menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Sukabumi. Ia mengenang sosok Aries melalui pesan singkat yang menggambarkan kehilangan seorang rekan bermusik.
“Selamat jalan kawan.. ketukan drummu takkan tergantikan… Rest in peace @aries_garasi,” tulis Aiu Ratna.
Aiu kembali menyampaikan ucapan duka melalui akun media sosial pribadinya dengan menuliskan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Rest in peace @aries_garasi.”
Fedi Nuril Kenang Kepergian Aries
Kabar meninggalnya Aries juga membuat Fedi Nuril menyampaikan rasa kehilangan. Keduanya merupakan bagian dari perjalanan awal Garasi bersama Aiu Ratna.
“Innalillaahi wa inailaihi raaji’un @aries_garasi *belum tahu mau nulis apa,” tulis Fedi Nuril.
Fedi kemudian kembali mengunggah ucapan belasungkawa di akun miliknya. Dalam beberapa unggahan, ia mengungkapkan kesulitan untuk merangkai kata setelah mendengar kabar kepergian rekannya.
“Innalillahi wa inailaihi raaji’un @aries_garasi,” tulisnya.
“Belum tahu harus menulis apa,” ujar Fedi Nuril.
Pada unggahan lainnya, Fedi kembali menuliskan pesan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Belum tahu mau menulis apa.”
Miles Films Turut Berduka
Ucapan belasungkawa juga datang dari Miles Films, rumah produksi yang menaungi perjalanan awal Garasi. Pihak produksi mengenang Aries bukan hanya sebagai drummer, tetapi juga sebagai pemeran Awan dalam film Garasi.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Aries Budiman, pemeran Awan dalam film Garasi, dan drummer band Garasi. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan musik dan film Garasi, meninggalkan cerita yang akan selalu dikenang. Selamat jalan, Aries. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya,” tulis Miles Films.
Produser film Garasi, Mira Lesmana, turut mengenang kontribusi Aries selama perjalanan musik dan film tersebut.
“Selamat jalan Aries. Terima kasih untuk Garasi, ketukan dan tawamu akan selalu di hati,” tulis Mira Lesmana.
Sukabumi Drummer Kenang Aries
Komunitas musik asal sang drummer, Sukabumi Drummer, juga menyampaikan salam perpisahan melalui media sosial.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Rest in peace, ARIES GARASI,” tulis akun @sukabumidrummer.
Komunitas tersebut mengenang Aries sebagai sosok yang membawa banyak keceriaan serta meninggalkan cerita bagi para anggota komunitas.
“Terima kasih telah membawa banyak tawa dan cerita indah di sukabumi drummer, Dedikasimu di sukabumi drummer tidak akan pernah kami lupakan. Semoga husnul khatimah,” tulis akun @sukabumidrummer.
Perjalanan Aries Bersama Band Garasi
Aries Budiman memulai perjalanan musiknya bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna ketika mereka mendirikan Garasi pada 2005.
Nama Garasi kemudian semakin dikenal setelah ketiganya terlibat dalam film drama musikal Garasi yang diproduksi Miles Films pada 2006. Aries tidak hanya berperan sebagai drummer, tetapi juga tampil sebagai pemeran Awan dalam film tersebut.
Kepergian Aries meninggalkan jejak dalam perjalanan musik dan film Garasi yang telah dibangun sejak pertengahan 2000-an. Sejumlah rekan, musisi, komunitas, hingga pihak yang terlibat dalam produksi film Garasi kini menyampaikan penghormatan terakhir bagi sang drummer.
